Sudah Tahu Sejarah Benteng Madang Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan ? Bangunan Ini Saksi Perlawanan Rakyat Banjar Menghadapi Penjajah Belanda

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 17 November 2023 | 15:48 WIB
Benteng Madang terletak di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (Direktori Pariwisata)
Benteng Madang terletak di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (Direktori Pariwisata)

KALIMANTANSATU.COM - Sahabat Generasi Emas, di Kalimantan ada sebuah benteng yang masih kokoh menjadi saksi bisu pertempuran hebat rakyat Kalimantan Selatan melawan Belanda.

Bangunan itu disebut Benteng Madang.

Benteng Madang terletak di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Benteng ini menjadi saksi sejarah perlawanan rakyat Banjar dalam menghadapi penjajah di tanah kelahiran mereka sendiri.

Tiba di pintu gerbang Benteng Madang Anda disuguhi dengan anak tangga.

Untuk mencapai puncaknya, Anda harus menapaki sekitar 400 anak tangga.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Batu Uwod Bura di Desa Tambelum Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah ! Disebut Tempat Para Bidadari Duduk dan Mandi

Uniknya, benteng ini dikelilingi dinding pertahanan dari kayu.

Masyarakat sekitar menyebutnya Benteng Kayu Madang dan masih terawat hingga kini.

Benteng Gunung Madang di bangun di atas gunung madang yang merupakan bagian dari Pegunungan Meratus sehingga dapat melihat area di sekitarnya, dengan luas wilayah sekitar 400m2 benteng ini di kelilingi oleh semak belukar yang sangat padat.

Dari atas benteng dapat melihat pemandangan kota kandangan.

Dataran tinggi tersebut kemudian di tata dan dibuat oleh Tumenggung Antaluddin atas permintaan dari Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman kemudian dijadikan benteng pertahanan pasukan Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman dalam menghadapi serangan serdadu Belanda.

Tercatat ada lima kali serangan yang dilakukan oleh serdadu belanda dan semuanya dapat dikalahkan oleh pasukan Pangeran Hadayatullah dan Demang Lehman.

Serangan-serangan serdadu Baelanda dilakukan pada tanggal 3,4,13,18 dan 22 september 1860.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Direktori Pariwisata, BPCB Kaltim Dirjen Kebudayaan Kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X