Versi Lain
Dalam versi lain, ada yang juga menyebutkan kalau masjid ini didirikan oleh Haji Mungani Salingnata pada tahun 1840.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pengurus masjid disebutkan masjid ini pernah dibakar oleh Belanda.
Kebakaran tersebut hanya menyisakan satu tiang utama peninggalan Datu Ujung yang kini terus mengeluarkan minyak.
Kemudian, pada tahun 1862 Masjid Al-Mukarramah dibangun kembali.
Pada tahun 1935, lantai masjid yang masih berbentuk panggung diurug dengan tanah dan dipasang ubin, hanya saja lantai masjid tetap dibiarkan miring.
Hal ini dikarenakan adanya cerita seorang pengunjung bernama Ibu Zahra dari Balikpapan ke Masjid Keramat Banua Halat, yang secara gaib menyampaikan pesan dari Datu Ujung untuk tetap mempertahankan lantai dan tiang yang miring peninggalan Datu Ujung.
Hal tersebut menjadikan tiang kayu ulin masjid yang miring menjadi peninggalan yang dikeramatkan sampai sekarang.
Hingga kini, setiap hari selalu ada peziarah yang datang dan membaca doa selamat di masjid dan berziarah pada tiang miring.
Bahkan, setiap datangnya mualidurrasul, di masjid ini digelar acara baayun massal dan pesertanya mencapai 5000 orang yang tidak hanya anak tetapi orang dewasa juga.
Baca Berita Kaltim Lainnya di Google News : Klik LINK Berikut Ini
Semoga bermanfaat ya, Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu.
(Prabu Warah)