KALIMANTANSATU.COM - Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu, sudah tahu tentang bangunan peninggalan Belanda yakni Tangsi Belanda Melawi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) ?
Arsitektur bangunan Tangsi Belanda Melawi menunjukkan ciri bangunan tradisional yang mendapat pengaruh Eropa.
Ciri bangunan tradisional terlihat pada penerapan bentuk rumah panggung, dengan bagian pondasi yang ditinggikan dengan cor beton (bukan kayu seperti rumah tradisional).
Gaya bangunan Eropa nampak pada pondasi yang di cor beton, dinding bangunan yang menggunakan kawat streaming yang dicor beton/diplester, bagian atap bangunan yang dibuat tinggi dengan ventilasi yang tinggi dan cukup terbuka lebar.
Atap bangunan berbentuk pelana berbahan seng dengan penambahan atap lengkung pada bagian puncaknya sebagai ventilasi atap.
Dikutip Kalimantan Satu dari BPCB Kaltim, bangunan Tangsi Belanda Melawi merupakan sebuah komplek yang diperkirakan terdiri dari 8 buah bangunan serta beberapa bangunan tambahan.
Namun saat ini hanya beberapa bangunan saja yang masih dapat diamati dikarenakan berbagai faktor.
Ada bangunan yang telah roboh karena mengalami pelapukan dan pertumbuhan tanaman.
Ada pula bangunan yang sama sekali hilang tidak tersisa karena pengambilan bahan bangunan seperti balok kayu dan papan lantai yang berbahan dari kayu ulin.
Pada kegiatan studi teknis Tangsi Belanda Melawi yang pernah dilakukan, hanya terdapat 4 bangunan yang masih dapat dilihat bentuk aslinya meskipun pada beberapa bagian telah mengalami banyak kerusakan.
Bangunan tersebut diberi nama oleh masyarakat sekitar sesuai ingatan mereka pada saat bangunan ini masih digunakan sebagai kantor TNI angkatan darat dibawah Korem Sintang.
Beberapa bangunan tersebut yaitu Bangunan 1 atau yang biasa disebut dengan ‘penjara’, Bangunan 2 atau yang biasa disebut dengan ‘kantor’.