Lalu, Bangunan 3 dan Bangunan 4 yang biasa disebut dengan ‘barak’.
Bangunan 5 atau yang biasa disebut dengan ‘rumah dinas perwira’.
Bangunan 6 yang tidak diketahui penyebutannya dikarenakan kondisinya yang telah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Bangunan 7 yang biasa disebut dengan ‘kamar mandi/toilet umum’, serta Bangunan 8 yang sudah hilang sama sekali.
Selain bangunan utama tersebut, ada pula beberapa bangunan tambahan lain yang ada di komplek Tangsi Belanda Melawi.
Bangunan tambahan tersebut antara lain berupa pos jaga/pos keamanan, kolam air, menara air, dan tandon air yang berada di sudut bangunan utama.
Beberapa bangunan tambahan tersebut juga pasti memiliki fungsi tersendiri terkait dengan fungsi didirikannya komplek Tangsi Belanda ini oleh pemerintah Kolonial Belanda.
Pernah Menjadi Rumah Penjara Pahlawan Nasional Raden Tumenggung Setia Pahlawan
Nilai penting dari Tangsi Belanda, tempat ini pernah menjadi rumah penjara bagi Pahlawan Nasional Raden Tumenggung Setia Pahlawan (1771 – 1875).
Beliau adalah salah satu pahlawan lokal dari Melawi yang melakukan pemberontakan kepada pemerintah kolonial Hinda-Belanda pada tahun 1868 – 1875.
Untuk meredam pemberontakannya tersebut, pemerintah kolonial Hindia-Belanda melakukan Agresi Militer kepada pemberontakan yang dipimpin oleh Raden Tumenggung Setia Pahlawan dengan mendirikan tangsi militer (Tangsi Belanda) di Nanga Pinoh.
Beliau ditangkap kemudian ditahan di Penjara Saka Dua atau yang sekarang disebut dengan Tangsi Belanda.