KALIMANTANSATU.COM, KUBURAYA - Kurang lebih sepekan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Proses pemadaman masih terus dilakukan petugas gabungan mengingat lokasi karhutla berada di tiga kecamatan yakni Rasau Jaya, Sungai Raya, dan Sungai Kakap.
Peristiwa karhutla membuat kualitas udara memburuk dan tentu saja tidak sehat.
Ini ditandai dengan udara yang mulai bercampur dengan asap pembakaran.
Bahkan, tercium bau asap dan terasa tidak seperti biasanya.
Warga Sungai Raya Dalam Tyo mengeluhkan kondisi udara tersebut.
Dirinya mengaku punya riwayat penyakit sesak nafas (asma).
Saat kondisi udara seperti ini, tentu membuat nafas tidak normal seperti sebelumnya.
"Mau nafas sakit kalau punya riwayat sakit ini. Leher dan dada seperti diikat tali tambang. Masyarakat yang punya penyakit ini baru bisa merasakan sulit dan tersiksanya kondisi udara begini," ungkapnya kepada Kalimantansatu.com pada Sabtu 27 Juli 2024 siang WIB.
Sebagai antisipasi, Tyo sudah membeli alat bantu pernapasan berupa tabung oksigen mini.
Alat medis itu disiapkannya apabila sewaktu-waktu mengalami sesak nafas luar biasa dan tidak tertahankan.
"Takut juga saye kalau tiba-tiba sesak parah, tak ada oksigen ini (tabung oksigen). Saya bawa terus, bisa masuk tas. Namanya ikhtiar," terangnya.
Tyo berharap pemerintah segera menangani karhutla secara tuntas.
Kualitas udara memburuk tentu saja bukan hanya berdampak negatif bagi para penderita asma, namun juga orang-orang yang sehat.