Warga Kubu Raya Keluhkan Karhutla Bikin Nafas Sesak Karena Kualitas Udara Memburuk. Pemadaman Hotspot Masih Berlangsung, Naik Status Tanggap Darurat

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 13:34 WIB
Anggota BPBD Kubu Raya memadamkan karhutla di wilayah Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Kamis 25 Juli 2024 (Kalimantansatu.com/Dok. BPBD Kubu Raya)
Anggota BPBD Kubu Raya memadamkan karhutla di wilayah Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Kamis 25 Juli 2024 (Kalimantansatu.com/Dok. BPBD Kubu Raya)

KALIMANTANSATU.COM, KUBURAYA - Kurang lebih sepekan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Proses pemadaman masih terus dilakukan petugas gabungan mengingat lokasi karhutla berada di tiga kecamatan yakni Rasau Jaya, Sungai Raya, dan Sungai Kakap.

Peristiwa karhutla membuat kualitas udara memburuk dan tentu saja tidak sehat.

Ini ditandai dengan udara yang mulai bercampur dengan asap pembakaran.

Bahkan, tercium bau asap dan terasa tidak seperti biasanya.

Warga Sungai Raya Dalam Tyo mengeluhkan kondisi udara tersebut.

Dirinya mengaku punya riwayat penyakit sesak nafas (asma).

Saat kondisi udara seperti ini, tentu membuat nafas tidak normal seperti sebelumnya.

Baca Juga: Drama Pingsan Seorang Pria saat Ditangkap Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Kubu Raya. Terbukti Memiliki Klip Diduga Narkoba Jenis Sabu di Kamarnya

"Mau nafas sakit kalau punya riwayat sakit ini. Leher dan dada seperti diikat tali tambang. Masyarakat yang punya penyakit ini baru bisa merasakan sulit dan tersiksanya kondisi udara begini," ungkapnya kepada Kalimantansatu.com pada Sabtu 27 Juli 2024 siang WIB.

Sebagai antisipasi, Tyo sudah membeli alat bantu pernapasan berupa tabung oksigen mini.

Alat medis itu disiapkannya apabila sewaktu-waktu mengalami sesak nafas luar biasa dan tidak tertahankan.

"Takut juga saye kalau tiba-tiba sesak parah, tak ada oksigen ini (tabung oksigen). Saya bawa terus, bisa masuk tas. Namanya ikhtiar," terangnya.

Tyo berharap pemerintah segera menangani karhutla secara tuntas.

Kualitas udara memburuk tentu saja bukan hanya berdampak negatif bagi para penderita asma, namun juga orang-orang yang sehat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X