"Kasihan anak-anak kecil, penderita asma, dan lansia. Kasihan juga orang yang sehat. Lama-lama hirup udara kotor kan bisa sakit juga. Dah tak bagus udara ni," timpalnya.
"Jangan terulang terus kejadian kabut asap tiap tahun. Yang bakar hutan dan lahan, tolong berkebun dengan benar. Semoga pemerintah bisa segera tuntaskan karhutla. Semangat berjuang untuk para petugas yang memadamkan api di lapangan," tandasnya.
Naik Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya sudah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla mulai 25 Juli hingga 7 Agustus 2024.
Status ini naik dari sebelumnya, yakni status siaga.
Kepala BPBD Kubu Raya Herry Purwoko menerangkan, kenaikan status ini merujuk kondisi karhutla dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan diperkirakan total luas area terbakar sekitar 50 hektare.
Karhutla terjadi di tiga kecamatan yakni Rasau Jaya, Sungai Kakap, dan Sungai Raya.
“Menurunnya curah hujan berdasarkan pantauan BMKG diperkirakan hingga tanggal 28 Juli mendatang, serta melihat karhutla yang sudah terjadi beberapa waktu terakhir menjadi dasar penetapan status tanggap darurat bencana karhutla," ungkapnya, Jumat 26 Juli 2024.
Hingga saat ini, BPBD Kubu Raya terus berupaya memadamkan karhutla di hotspot-hotspot terpantau.
"BPBD dibantu petugas damkar, KPH, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih terus berupaya memadamkan api," tegasnya.
(*)