Terkuak Alasan Daihatsu Stop Pengiriman Mobil ke Luar dan Dalam Negeri. Xenia Indonesia dan Axia Malaysia Kena Imbas. Soichiro Okudaira Minta Maaf

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 22 Desember 2023 | 08:48 WIB
Presiden Daihatsu Motor Co. Soichiro Okudaira (tengah) membungkuk pada konferensi pers di Tokyo pada 20 Desember 2023. (Kyodo News)
Presiden Daihatsu Motor Co. Soichiro Okudaira (tengah) membungkuk pada konferensi pers di Tokyo pada 20 Desember 2023. (Kyodo News)

Ketika ditanya tentang tanggung jawabnya, Okudaira menolak gagasan untuk segera mengundurkan diri.

"Membuka jalan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," timpalnya.

Pada konferensi pers terpisah, panel pihak ketiga mengaitkan penyebab masalah tersebut dengan para eksekutif Daihatsu yang menekan para insinyur untuk mempersingkat waktu pengembangan kendaraan.

“Ada tekanan luar biasa terhadap karyawan karena perubahan jadwal penjualan karena kegagalan pengujian dianggap tidak dapat diterima,” kata Makoto Kaiami, ketua panel. Kurangnya komunikasi antar karyawan juga menjadi salah satu faktornya, tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan, Toyota mengatakan pihaknya juga telah menghentikan pengiriman kendaraan yang terkena dampak dan dijual dengan merek Toyota, meminta maaf karena gagal mengawasi anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya yang bertugas mendorong strategi pertumbuhan perusahaan induk di Asia.

Sejak tahun 2013, Toyota telah meningkatkan jumlah model yang diproduksi oleh perusahaan lain, terutama kendaraan kompak, dan pembuat mobil tersebut sangat menyesalkan bahwa pengembangan kendaraan ini mungkin menjadi beban bagi pembuat kendaraan mini tersebut, katanya.

Wakil Presiden Eksekutif Toyota Hiroki Nakajima meminta maaf karena gagal mengenali potensi kelebihan produksi di Daihatsu dan berjanji untuk memberikan "dukungan penuh" terhadap tinjauan Daihatsu terhadap operasinya.

Grup pembuat mobil ini telah dilanda serangkaian masalah kualitas produk dalam beberapa tahun terakhir.

Hino Motors Ltd., anak perusahaan Toyota lainnya, pada bulan Maret tahun lalu mengakui telah menyerahkan data emisi dan penghematan bahan bakar yang palsu kepada otoritas transportasi, sementara Toyota Industries Corp., pembuat forklift grup Toyota, mengatakan pada bulan Maret tahun ini bahwa pihaknya telah memalsukan data emisi.

Kementerian transportasi mengatakan akan melakukan inspeksi di lokasi kantor pusat Daihatsu di Prefektur Osaka pada hari Kamis.

(R Ridho Triwi DN)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Kyodo News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X