Kerja Apik Bank DBS Indonesia! DBS Treasures Unggul di Tengah Volatilitas, NPAT Melonjak 289% YoY via Strategi Kekayaan Global Berbasis Insight Pakar

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Jumat, 19 Juni 2026 | 15:07 WIB
DBS Treasures mencatat Net Profit After Tax (NPAT) yang tumbuh signifikan sebesar 289 persen secara tahunan (YoY), melampaui target anggaran sebesar 157 persen. (Kalimantansatu.com/Dok. Bank DBS Indonesia)
DBS Treasures mencatat Net Profit After Tax (NPAT) yang tumbuh signifikan sebesar 289 persen secara tahunan (YoY), melampaui target anggaran sebesar 157 persen. (Kalimantansatu.com/Dok. Bank DBS Indonesia)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia melalui layanan DBS Treasures memperkuat posisinya sebagai mitra tepercaya untuk wealth management dengan pendekatan advisory-led yang menggabungkan insight global, teknologi terkini, serta personalisasi strategi kekayaan yang proaktif melalui Relationship Manager dan notifikasi digital yang tepat waktu.

Hingga Mei 2026, DBS Treasures mencatat Net Profit After Tax (NPAT) yang tumbuh signifikan sebesar 289 persen secara tahunan (YoY), melampaui target anggaran sebesar 157 persen.

Pertumbuhan ini seiring dengan peningkatan nasabah baru sebesar 73 persen YoY, sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan, serta wealth penetration yang tetap stabil.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya melihat perubahan perilaku nasabah affluent yang semakin signifikan terutama pada kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan volatilitas global.

Baca Juga: Jumlah Nasabah Bank Jago Tembus 18,2 Juta Orang dan DPK Naik 38 Persen ! RUPST ARTO Setuju Laporan Tahunan Perusahaan 2025

"Situasi ini menjadi perhatian utama kami, dan secara konsisten kami mengedepankan strategi wealth management yang berbasis insight yang objektif, komprehensif, berorientasi pada peluang, dapat ditindaklanjuti, serta relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada nasabah," ungkap Melfrida dalam forum Q2 2026 Media Gathering, Kamis (18/6/2026).

Data YTD hingga Mei 2026, IHSG terkoreksi hampir 30 persen dan terjadi arus keluar modal asing sekitar Rp41,16 triliun.

Ketidakpastian pasar global dan domestik ini berpengaruh pada tren penurunan suku bunga serta persaingan promosi perbankan yang semakin ketat sepanjang 2025.

Memasuki tahun 2026 dengan tren kenaikan suku bunga, Bank DBS Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang dipengaruhi oleh meningkatnya apresiasi nasabah dengan skor kepuasan yang solid.

DBS Treasures mencatat Net Profit After Tax (NPAT) yang tumbuh signifikan sebesar 289 persen secara tahunan (YoY), melampaui target anggaran sebesar 157 persen.
DBS Treasures mencatat Net Profit After Tax (NPAT) yang tumbuh signifikan sebesar 289 persen secara tahunan (YoY), melampaui target anggaran sebesar 157 persen. (Kalimantansatu.com/Dok. Bank DBS Indonesia)

Hal ini didasarkan atas kesuksesan rekomendasi portofolio yang lebih personal melalui integrasi wawasan investasi regional dari CIO DBS dan teknologi machine learning terhadap pendampingan investasi.

Baca Juga: AM Hendropriyono Bantah Tudingan Orang Terdekatnya di Balik Gerakan Kritik Pemerintah ! Ingatkan Masyarakat, Waspada Adu Domba Rakyat vs Pemerintah

Atas kinerja tersebut, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia.

Pengakuan ini melengkapi kapabilitas investasi Bank DBS Indonesia didukung oleh Chief Investment Office (CIO) DBS yang dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X