KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat menerima alokasi insentif fiskal tahun anggaran 2024 pertama sebesar Rp5.251.983.000 Miliar.
Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan dalam pengendalian inflasi.
Pencapaian yang membanggakan ini diraih berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 295 Tahun 2024 yang diberikan kepada 50 pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia satu diantaranya Provinsi Kalbar.
Tak hanya itu, Kalimantan Barat juga menempati posisi terendah ke-6 secara nasional dengan capaian inflasi di angka 1,58 persen pada bulan Juli.
Rata-rata inflasi nasional saat ini berada di angka 2,13 persen.
“Alhamdulillah, Pemprov Kalbar mendapatkan insentif fiskal sebesar Rp. 5.251 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi dalam pengendalian inflasi di daerah,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson saat Menerima penghargaan Alokasi Insentif Fiskal dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, bertempat di Aula Sasana Bhakti Praja Gedung C Kantor Kemendagri Jakarta Pusat, Senin 5 Agustus 2024.
Pj Gubernur Kalbar Harisson menjelaskan, Pemprov Kalbar telah melakukan berbagai upaya dalam pengendalian inflasi.
Diantaranya menggelar operasi pasar murah, memberikan bantuan sosial, dan meningkatkan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini, termasuk forkopimda, para akademisi, para pelaku usaha, media-media, perangkat daerah, dan masyarakat. Insentif fiskal ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar. Capaian ini juga menjadi motivasi bagi kami, jajaran Pemprov Kalbar untuk terus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan Kalbar yang maju dan sejahtera.” imbuh Pj Gubernur Harisson.
Sebagai informasi, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan memberikan penghargaan berupa insentif fiskal bagi 50 pemda yang berhasil mengendalikan inflasi sebesar Rp300 miliar untuk periode pertama yang terdiri dari 4 provinsi, 36 kabupaten dan 10 kota.
Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 295 Tahun 2024 tentang Rincian Alokasi Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2024 untuk Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Periode Pertama menurut Provinsi/Kabupaten/Kota.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kalimantan Barat optimis untuk terus mempertahankan prestasi ini dan mewujudkan visi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Artikel Terkait
Kunjungi Posyandu Surya Sehat Pontianak, Wapres Maruf Amin Apresiasi Langkah Pemprov Kalbar Turunkan Stunting
Akselerasi Turunkan Stunting Untuk Indonesia Emas 2045, Pemprov Kalbar dan TP PKK Kalbar Rangkul Pemuda Sebagai Kakak Asuh Stunting (KATING)
Kunjungan Kerja ke Pontianak, Menteri ATR/BPN AHY Serahkan Sertipikat Elektronik Penggunaan Tanah Kosong dan Asrama PPLP ke Pemprov Kalbar
Panen Pujian dari Manager Official Proliga Bertaraf Internasional, Pemprov Kalbar Rencanakan Bangun Pusat Kuliner UMKM di GOR Terpadu A Yani Pontianak
Pemprov Kalbar Sampaikan Penjelasan Raperda Perubahan PT BPD Kalbar Menjadi PT BPD Kalbar Perseroan Daerah
Pj Gubernur Kalbar Harisson Beberkan Manfaat Sertipikat Digital Tanah Bangunan bagi Masyarakat dan Pemprov Kalbar
Hadiri Kejuaraan Menembak Tanjungpura Open Shooting Championship IPSC Tahun 2024, Pj Gubernur Kalbar Harisson Apresiasi Kodam XII/Tanjungpura
Pj Gubernur Kalbar Harisson Harap Mubes II Tariu Borneo Bangkule Rajakng Lahirkan Kader-kader Menginspirasi, Kreatif dan Inovatif
Terima Kunjungan, Ini Pesan Pj Gubernur Kalbar Harisson kepada Taruna AAU
Di Forum Rapat KP3, Pj Gubernur Kalbar Harisson Minta Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran dan Tidak Ada Penyelewengan
Kejar Target Universal Coverage Jamsostek, Pj Gubernur Kalbar Harisson Sasar Para Pelaku UMKM Daftar BPJS Ketenagakerjaan
Hadiri Pelantikan Heriansyah Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak 2024-2028, Pj Gubernur Kalbar Harisson Titip Harapan untuk Dunia Pendidikan