Saat itu, ayah kandung korban tidak menemukan keberadaan Ahmad Nizam Alfahri setelah pulang dari pekerjaan luar kota.
Sumber dari Polsek Pontianak Selatan menyebutkan, ibu tiri korban berinisial IF (24 tahun) sempat berdalih bahwa Ahmad Nizam Alfahri mengalami sakit perut sebelum hilang.
IF juga memberi keterangan palsu bahwa anak tirinya itu dibawa oleh seseorang yang mengaku sebagai pacar ibu kandung korban.
Tentu saja, keterangan ini menimbulkan kecurigaan lantaran IF terus menghalangi IC untuk mengetahui keberadaan AN.
Hingga akhirnya, jasad Ahmad Nizam Alfahri ditemukan di dalam karung di areal sekitar rumahnya pada Kamis 22 Agustus 2024.
(*)
Artikel Terkait
Di Depan Civitas Akademika Universitas PGRI Pontianak, Windy Prihastari Ajak Bentuk Circle Baik dan Jaga Semangat Berprestasi
Pulang dari Olimpiade Paris 2024, Atlet Panjat Tebing Indonesia Veddriq Leonardo Disambut Pemprov dan Masyarakat Kalbar di Pontianak
Kabar Duka, Ini Identitas 5 Warga Pontianak Tewas Dalam Kebakaran di Tambelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur
Meningkatkan Kredibilitas Pilkada Melalui Keterbukaan Informasi Pemilu, Komisi Informasi Kalbar Gelar FGD Bareng Akademisi dan Pegiat Demokrasi
Ungguli 37 Provinsi Lain di Indonesia, Pemprov Kalbar Rengkuh Prestasi di Ajang KEJAR Award 2024
Sempat Hilang Pasca Jatuh dari Jembatan Landak, Bocah Desa Angkayar Kuala Behe Landak Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia
Seorang Mekanik Tewas Tertimpa Pohon Ketika Naik Speed Boat di Batu Ampar Kubu Raya. Hendak Perjalanan Pulang Menuju Camp PT Putra Rimba Nusantara
Dilepas Sekda Kubu Raya Yusran Anizam, Ratusan Masyarakat Antusias Ikut Gerak Jalan Sehat HUT ke-79 RI di RT.006/RW.007 Komplek Griya Korpri