Heboh Penemuan Mayat Tergantung di Gang Nirmala Pontianak. Terungkap saat Tetangga Korban Hendak Membeli Gas LPG

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Minggu, 9 Februari 2025 | 17:30 WIB
Mayat pria berinisial TTK (59 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumahnya, Jl. DI Panjaitan, Gang Nirmala, Kelurahan Benua Melayu Darat, Rabu 5 Februari 2025 pagi WIB. Kuat dugaan TTK bunuh diri. (Kalimantansatu.com/Dok. Polsek Pontianak Selatan)
Mayat pria berinisial TTK (59 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumahnya, Jl. DI Panjaitan, Gang Nirmala, Kelurahan Benua Melayu Darat, Rabu 5 Februari 2025 pagi WIB. Kuat dugaan TTK bunuh diri. (Kalimantansatu.com/Dok. Polsek Pontianak Selatan)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Mayat pria berinisial TTK (59 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumahnya, Jl. DI Panjaitan, Gang Nirmala, Kelurahan Benua Melayu Darat, Rabu 5 Februari 2025 pagi WIB. Kuat dugaan TTK bunuh diri.

Kapolsek Pontianak Selatan AKP Jatmiko bersama personel Polsek dan Tim Inafis Polresta Pontianak turun mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan sumber dari Polsek Pontianak Selatan, saksi inisial SR (46 tahun) yang merupakan tetangga korban, datang untuk membeli gas.

Namun, SR tidak mendapat respons jawaban.

"Setelah mengintip dari jendela, saksi melihat korban tergantung dengan tali plastik putih di ruang tengah," ungkap AKP Jatmiko.

Baca Juga: Ingar di Medsos, Warga Keluhkan Tarif Parkir Liar Rp5 Ribu per Kendaraan di GOR Pangsuma. Polsek Pontianak Selatan Bertindak, Ini Imbauannya

Adik korban inisial STL (53 tahun) juga memastikan kejadian tersebut, sebelum melaporkannya ke polisi.

"Hasil pemeriksaan Tim Inavis menunjukkan tanda-tanda khas gantung diri, seperti jejas di leher, tangan mengepal, dan adanya kursi sebagai pijakan," jelas AKP Jatmiko.

Korban diduga mengalami depresi dan rutin mengonsumsi obat penenang.

Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Anton Sudjarwo untuk Visum Et Repertum (VER) sebelum rencana kremasi oleh keluarga.

"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental orang terdekat," pungkasnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X