KALIMANTANSATU.COM - Kasus sindikat penipuan atau DeepFake menggunakan kecerdasan buatan (AI) tengah menuai sorotan publik di Tanah Air.
Bagi yang belum tahu, deepfake adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang digunakan untuk membuat video, gambar atau audio palsu yang terlihat atau terdengar sangat nyata.
Terkini, Dittipidsiber Bareskrim Polri kembali menangkap tersangka inisial JS (25) yang mengatasnamakan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Adji mengungkap peran JS yang diduga menyebarkan video DeepFake dan menipu masyarakat.
"Tersangka menggunakan modus operandi dengan mengunggah dan menyebarluaskan video di platform media sosial Instagram," terang Bayu dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2025.
"(Tersangka) memanfaatkan teknologi deepfake yang dalam aktivitasnya menggunakan foto dan suara yang menyerupai Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani," tambahnya.
Bayu menuturkan, modus yang dilakukan tersangka yang sengaja mengedit wajah palsu dari Prabowo itu dengan menawarkan bantuan kepada masyarakat.
"Hal ini dilakukan agar tampak seolah-olah mereka menyampaikan pernyataan bahwa pemerintah menawarkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," tandasnya.
Selain Prabowo, ternyata ada juga modus yang dilakukan tersangka dalam menyebarkan video DeepFake dengan mencatut nama sejumlah pejabat istana.
Lantas, bagaimana pengungkapan kasus DeepFake yang diungkap Bareskrip Polri itu? Berikut ulasan selengkapnya.
Sebar Video DeepFake lewat Medsos
Dalam kesempatan yang sama, Bayu mengatakan tersangka JS mendapatkan wajah-wajah para pejabat istana dalam video DeepFake itu dari akun media sosial (medsos) Instagram.
Kemudian, tersangka menyebarkan editan DeepFake itu melalui akun yang ia buat sendiri, yakni di akun Instagram @indoberbagi2025.
Artikel Terkait
Pegiat Digital Safety Ingatkan Waspada Modus Social Engineering ! Jangan Sampai Jadi Korban, Prabowo Bagi Tips Cara Menghindarinya
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Petugas Pajak Minta Download Aplikasi dan Kuras Rekening Bank, Ini Imbauan Pegiat Digital Safety Rizky Prabowo Rahino
Pemerintah Indonesia Hendak Beri Larang Anak-anak Punya Tiktok dan Media Sosial Lain ! Bill Gates Sebut Batasan Usianya: Tidak Ada Angka Ajaib
Presiden Prabowo Subianto Pangkas Anggaran Habis-habisan, Benarkah Minta Pembangunan IKN Dihentikan ?
Menkeu Sri Mulyani Pastikan Gaji 13 dan 14 Tetap Cair ! Kapan Pencairannya ? Ini Informasinya Fren
Buntut Panjang Perseteruan Razman Arif vs Hotman Paris di Ruang Sidang, Hotman: Wamenko Hukum Siap Memberikan Pernyataan
Baru akan Diterapkan, Kok Anggaran Periksa Kesehatan Gratis Terancam Dipangkas ? Ini Kata Menkes Budi Gunadi Sadikin
Viral Warga Protes Bahlil Lahadalia Soal Aturan Gas LPG 3 Kg, Pedagang Asal Banten Itu Ungkap Alasan Dirinya Berani 'Semprot' sang Menteri
Sandy Walsh Bakal Main di Liga Jepang, Ini Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Pernah Jajal Ketatnya J-League
Wanti-wanti Presiden Prabowo Subianto ke Menteri Kabinet Merah Putih Tuai Sorotan, Begini Reaksi Sederet Pejabat Negara yang Enggan Disebut 'Ndablek'
Sisi Lain Momen Pertemuan Instruktur Wasit Yoshimi Ogawa dengan Patrick Kluivert cs, Ada Alasan Penting Bangun Sepak Bola Tanah Air Butuh Kesabaran
Hari Pers Nasional 2025, CEO Promedia Agus Sulistriyono Sebut Momen Penting Menghargai Dedikasi dan Kerja Keras Para Jurnalis di Tanah Air