KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat Harisson Azroi menjadi narasumber utama Sosialisasi dan Konsolidasi Daerah dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Negara di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025.
Sosialisasi berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (29/7/2025).
Agenda ini menegaskan pentingnya mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.
Khususnya, sebagai upaya memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik.
Sekda Kalbar Harisson Azroi menyoroti masih seringnya penggunaan bahasa asing dalam komunikasi resmi maupun publik.
Salah satu contohnya adalah judul proposal berbahasa Inggris seperti “Charity Night Concern”, yang menurutnya harus dihindari.
“Kita seharusnya mengutamakan Bahasa Indonesia. Mungkin ada anggapan bahwa menggunakan bahasa asing terlihat lebih keren, tapi kalau hal seperti ini dibiarkan, maka Bahasa Indonesia bisa tenggelam,” ungkapnya.
Harisson juga mengajak para pelaku usaha untuk ikut serta dalam mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia, terutama dalam penamaan tempat usaha.
“Saya sudah melihat beberapa kafe dan tempat usaha yang mulai menggunakan nama dalam Bahasa Indonesia. Kalau tempatnya bagus dan namanya dalam Bahasa Indonesia, itu justru lebih menarik,” terangnya.
Harisson menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai landasan komunikasi publik yang santun, berkelas, dan mencerminkan jati diri bangsa.
“Sebagai bagian dari pemerintah daerah, mari kita jaga Bahasa Indonesia agar tetap hidup dan relevan. Dalam setiap program, kebijakan, dan pelayanan publik, mari kita gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang tak hanya tepat sasaran, tapi juga menyentuh hati masyarakat. Bersama kita rawat bahasa, kita kuatkan identitas, kita majukan negeri,” pungkasnya.
Utamakan Bahasa Indonesia
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafid Muksin mengatakan, sosialisasi dan konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa melalui penguatan bahasa negara.
Artikel Terkait
Puluhan Honorer Non Database Minta Kepastian Status Kepegawaian, Pemprov Kalbar Bakal Kirim Surat ke KemenPAN RB
Jabat Ketua KAHMI Kalbar Periode 2025-2030, Harisson Tegaskan Bukan Sekadar Organisasi Alumni, Rumah Besar Intelektual Muslim Indonesia
Pelantikan PW KAHMI Kalbar Periode 2025-2030, Rifqinizamy Karsayuda Akui Kelemahan KAHMI dalam Bidang Entrepreneurship dan Bisnis
Seremoni Pelantikan Pengurus MW KAHMI Kalbar 2025-2030, Gubernur Ria Norsan Ajak Alumni Menyatu dalam Semangat Pengabdian Membangun Kalimantan Barat
Lantik ASN Jabatan Fungsional di Pemprov Kalbar, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Tidak Mentolerir Dua Hal Ini
200 Daftar Nama Calon Dai Muda 2025 Seluruh Indonesia ! Cek Jakarta, Kalbar, Jabar, Banten, Kalteng, Kalsel, Jatim, Lampung, Riau dan Provinsi Lainnya
Kalbar dan Sarawak Perkuat Kerjasama Perdagangan, Gubernur Ria Norsan : Kita Saling Menguntungkan
Ini 5 Perusahaan Kandidat Pemberi Kerja Pariratna Awards 2025 Provinsi Kalbar ! Sekda Harisson Azroi Pimpin Seleksi Wawancara
Di Musprovlub Kadin Kalbar, Wagub Krisantus Kurniawan Blak-blakan Singgung Praktik Ilegal dan Aktivitas Mafia Ekonomi yang Selama Ini Merugikan Daerah
Kunjungi Calon Siswa, Gubernur Kalbar Ria Norsan Komitmen Sukseskan Sekolah Rakyat yang Digagas Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045