Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukannya terhadap instansi dan kementerian terkait, lanjut Harisson, ternyata masalah lalai entri PDSS tidak hanya terjadi di Kalbar, tetapi juga di provinsi-provinsi lain.
"Hal ini terjadi pada seluruh provinsi di Indonesia. Hasil koordinasi Kadis Dikbud Kalbar dengan Kemendikti bahwa dari jumlah sekolah se-Indonesia (SMA/SMK/MA) Negeri dan Swasta sebanyak 48.946 sekolah. Sekolah yang telah menyelesaikan entry data sampai finalisasi nilai (lengkap) pada aplikasi PDSS sebanyak 21.003 sekolah atau 42,91 persen," pungkas Harisson.
Ingar Demonstrasi Siswa dan Siswi SMAN 1 Mempawah
Siswa-siswa SMA Negeri 1 Mempawah mengelar demonstrasi pada Senin (3/2/2025).
Protes ini sebagai bentuk luapan emosi lantaran kelalaian guru.
Guru tersebut tidak mendaftarkan data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) hingga batas waktu terakhir yakni 31 Januari 2025 lalu.
Padahal, input data PDSS dibuka sejak 6 Januari 2025.
Dampak kelalaian itu, siswa-siswa SMAN 1 Mempawah tidak bisa mendaftar kuliah lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Aksi demonstrasi ini ingar di berbagai platform media sosial (medsos).
Dalam salah satu video yang viral, guru tersebut beralasan bahwa keterlambatan input data ke PDSS disebabkan oleh banjir.
Ada juga video permintaan maaf dari guru lainnya atas kelalaian tersebut dan berjanji membimbing les tambahan sebagai konsekuensi membantu siswa dan siswi itu agar lolos jalur Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK).
(*)