Apakah Program Cek Kesehatan Gratis Bisa untuk Deteksi Dini Kanker dan Kejiwaan ? Program Presiden Prabowo Subianto Ini Diluncurkan 10 Februari

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 6 Februari 2025 | 11:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Menkes RI Budi Gunadi Sadikin (Kalimantansatu.com/Dok. IG @bgsadikin)
Presiden Prabowo Subianto dan Menkes RI Budi Gunadi Sadikin (Kalimantansatu.com/Dok. IG @bgsadikin)

KALIMANTANSATU.COM - Program cek kesehatan gratis besutan Presiden RI Prabowo Subianto yang akan diluncurkan pada 10 Februari mendatang, tidak hanya untuk pemeriksaan umum tetapi juga menyediakan layanan deteksi dini kanker dan kejiwaan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan, skrining untuk beberapa jenis kanker akan tersedia, terutama bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun.

"Kemudian untuk yang sudah di atas 40 ada skrining kanker, terutama yang 4 besar, kepayudaraan sama serviks itu untuk wanita, kan ini pembunuh terbesar. Kemudian, laki-laki untuk paru dan kolorektal," ungkap Budi usai bertemu Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Baca Juga: Tanpa Ada Acara Seremonial, Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Cek Kesehatan Gratis Mulai 10 Februari 2025 di Puskesmas dan Klinik Secara Bertahap

Pemeriksaan yang bertujuan mendeteksi kanker perlu dilakukan sejak dini sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Adapun program ini bakal tersedia di 10.000 Puskesmas dan 15.000 klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan hanya khusus untuk skrining awal, belum mencakup diagnosis lanjutan atau pengobatan.

"Deteksi dini menjadi kunci dalam menurunkan angka kematian akibat kanker yang selama ini menjadi salah satu tertinggi di Indonesia," lanjut Budi.

Selain kanker, program cek kesehatan gratis untuk deteksi dini juga bakal meliputi skrining kesehatan mental, terutama untuk anak-anak sekolah dasar.

Baca Juga: Saat Acara 102 Tahun NU, Presiden Prabowo Subianto Beri Pesan ke Seluruh Instansi: Siapa yang Bandel, Saya akan Tindak

"Mungkin yang baru-baru misalnya skrining jiwa, kan dulu kita nggak pernah screening tuh. Karena skrining jiwa tuh mulai anak sekolah SD udah kita skrining," jelas Budi.

Melalui program ini, lanjutnya, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin untuk mencegah penyakit kronis, seperti kanker dan potensi penyakit lainnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X