11 Pendaki Ditemukan Meninggal Dunia Pascaerupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. Tim Gabungan SAR Masih Cari 12 Orang yang Belum Diketahui Posisinya

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 4 Desember 2023 | 11:34 WIB
Pemantauan visual dan instrumental Gunung Marapi (Kalimantansatu.com/Tangkap Layar vsi.esdm.go.id)
Pemantauan visual dan instrumental Gunung Marapi (Kalimantansatu.com/Tangkap Layar vsi.esdm.go.id)

KALIMANTANSATU.COM - 11 orang pendaki ditemukan meninggal dunia pascaerupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Minggu 3 Desember 2023.

Kepala Kantor SAR Kota Padang, Sumatera Barat Abdul Malik mengungkapkan, kenyataan itu didapat setelah pencarian yang dilakukan tim gabungan.

"Pencarian hingga pukul 07.10 WIB tim gabungan berhasil menemukan tiga orang dalam keadaan selamat dan 11 orang meninggal dunia," kata Kepala Kantor Sar Kota Padang Abdul Malik di Padang, Senin 4 Desember 2023 dikutip dari Antara.

Setidaknya ada 75 orang survivor yang berhasil didata tim gabungan.

49 orang diantaranya berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat.

Sekarang, tim gabungan masih mencari 12 pendaki yang belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, 11 korban meninggal dunia yang baru ditemukan oleh tim SAR Padang masih didata identitasnya.

Baca Juga: 7 Twibbon HUT Armed 2023 Gratis untuk Media Sosial. Ikuti Panduan Cara Buat Twibbon HUT Armed 2023 Berikut Ini Sahabat Generasi Emas

Awal Tahun Sempat Ada Aktivitas Vulkanik

Berdasarkan siaran pers Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunungapi Marapi secara administratif terletak dalam wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Gunung Marapi dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Jl. Prof. Hazairin no 168 Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.

Aktivitas vulkanik Gunung Marapi pada awal tahun 2023 didominasi oleh terjadinya erupsi eksplosif yang berlangsung sejak 7 Januari 2023 s.d. 20 Februari 2023 dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 75 – 1000 meter dari puncak.

Selanjutnya erupsi berhenti dan aktivitas kegempaan lebih didominasi oleh Gempa Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh.

Tingkat aktivitas pada saat ini berada pada Level II (WASPADA) sejak 3 Agustus 2011.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: vsi.esdm.go.id, ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X