KALIMANTANSATU.COM - Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi.
Selain Febrie Adriansyah, penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polisi per Sabtu, 11 Juli 2026 itu juga menyeret satu orang lainnya, yakni Don Ritto.
Dugaan tindakan korupsi yang dilakukan oleh Febrie meliputi 3 kasus, yakni PT Asabri, anak perusahaan PT Krakatau Steel, serta dugaan korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan pemadaman listrik di Sumatera.
Penanganan kasus tersebut, oleh Polri kemudian dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung.
Lantas, mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak terlibat dalam penanganan kasus tersebut?
Menghargai Upaya Penegakan Kasus Korupsi oleh APH
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengingatkan untuk menghargai penanganan kasus oleh aparat penegak hukum (APH).
Dalam kasus tersebut, kata Asep adalah pihak Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya.
“Kita harus menghargai seluruh upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam melaksanakan penegakan hukum tindak pidana korupsi. Baik dalam hal ini oleh kepolisian, Kortas Tipikor dengan Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya maupun oleh Kejaksaan Agung nantinya,” ucap Asep kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Profesionalitas dalam penanganan kasus tersebut juga turut disinggung oleh Asep.
“Karena mereka dalam penanganan perkaranya kan ada dua ini gitu ya, dua atap. Kalau di KPK kan satu atap di mana penyidik dan jaksanya ada di dalam satu lembaga, kan seperti itu,” imbuhnya.
“Kami melihat dan memandang bahwa baik kepolisian maupun kejaksaan itu pasti akan melaksanakan tugasnya dengan profesional gitu, sehingga pelaksanaannya akan berjalan baik dan lancar,” jelasnya.
Artikel Terkait
Rionald Silaban Pernah Dilaporkan ke KPK, Kini Evita Manthovani Evaluasi Kebijakan Dirjen DJKN Sebelumnya
Dokter PPDS Adrian Rantung Meninggal di Manado, Tambah Daftar Panjang Ihwal Skandal Wafatnya Nakes Akibat Dugaan Bullying
Dokter PPDS Adrian Rantung Ditemukan Tewas dalam Kamar Kos, Isu Perundungan Diduga Melatari Kepergiannya ! Akankah Penyebab Kematian Diusut Tuntas?
Singgung Tanggung Jawab Moral, Keluarga Dokter Icha Tantang Sumpah Adat untuk Anggota DPRD Terduga Pelaku Intimidasi
Peserta Clash of Champions S3 Didiskualifikasi Karena Diduga Terjerat Kasus Pelecehan, Kini Didepak Meski Sempat Lolos Top 64, Ini Alasan Ruangguru !
Update Kasus Daycare Little Aresha Jogjakarta: Satpam dan Petugas Kebersihan jadi Tersangka, Polisi Ungkap Ada Unsur Pembiaran
Kasus Galian C Banyuwangi di Kalipuro Kian Memanas, Mantan Pemilik Lahan Diperiksa dan Buka Suara Soal Transaksi Masa Lalu
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Terus Berlanjut, Editor Mitra Promedia Group elbaitsukabumi.com Rasakan Manfaat Atap Alduro Bikin Hunian Nyaman
Soroti Galian C Raksasa Kalipuro, Aktivis Senior Minta Polresta Banyuwangi Usut Tuntas Hingga Jerat TPPU
Bongkar-bongkaran Kasus Febrie Adriansyah di Kejaksaan, Hotman Paris Puji Ketegasan Prabowo Subianto : Tidak Pernah Dilakukan Presiden Sebelumnya