Persiapan ! Ini Obat yang Harus Dibawa Jemaah Haji Indonesia saat di Tanah Suci. Sejumlah Penyakit Rentan Bisa Dialami

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 11 Mei 2024 | 08:36 WIB
Kakbah tempat ibadah haji dan umroh umat Islam seluruh dunia  (Kalimantansatu.com/Pixabay Konevi)
Kakbah tempat ibadah haji dan umroh umat Islam seluruh dunia (Kalimantansatu.com/Pixabay Konevi)

KALIMANTANSATU.COM - Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai berangkat ke Arab Saudi pada 12 Mei 2024.

Tahun 2024 ini, 241.000 jemaah haji Indonesia terdiri dari 213.320 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Berdasarkan data Kemenag, ada sekitar 45.000 jemaah haji reguler dengan usia 65 tahun ke atas.

Di tengah cuaca panas Tanah Suci, jemaah perlu menjaga kondisi fisiknya tetap bugar dan sehat.

Berdasarkan catatan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji saat di tanah suci.

"Ada beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji, yaitu: Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diakibatkan karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah." ungkap Kasi Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Daker Madinah, Dokter Leksmana, di Madinah, Kamis 9 Mei 2024.

Baca Juga: Tips Cara Mencegah Heat Stroke bagi Jemaah Haji Indonesia yang Harus Diketahui. Apa itu Heat Stroke ?

"Gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, atau sakit perut, yang disebabkan oleh perubahan pola makan, air minum yang berbeda, dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai." imbuhnya.

Selain itu, dokter yang akrab disapa dengan dr. Leks ini menyebut bahwa dehidrasi menjadi risiko yang serius terutama jika jemaah tidak cukup minum air.

"Hal ini dikarenakan cuaca panas di Makkah dan Madinah," tutur dr. Leksmana.

Ia menambahkan, penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.

Baca Juga: Cek Lokasi Hotel Jemaah Haji Indonesia 2024 di Makkah dan Madinah Berdasarkan Embarkasi dan Kloter Sesuai Keputusan Dirjen PHU No 214 Tahun 2024

"Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi." ujarnya.

Juga terdapat penyakit kronis yang bisa jadi dialami jemaah.

Kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung bisa menjadi lebih sulit dikontrol karena perubahan pola makan, kurang istirahat, dan stres selama perjalanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X