Ini Amalan Ibadah Haji yang Bisa Dilakukan Selama di Madinah. Sesuaikan Dengan Kemampuan dan Kesehatan ya

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 13 Mei 2024 | 09:11 WIB
Kakbah tempat ibadah haji dan umroh umat Islam seluruh dunia  (Kalimantansatu.com/Pixabay Konevi)
Kakbah tempat ibadah haji dan umroh umat Islam seluruh dunia (Kalimantansatu.com/Pixabay Konevi)

KALIMANTANSATU.COM - Pemberangkatan jemaah gelombang pertama berlangsung dari 12 – 23 Mei 2023 menuju Kota Madinah Al-Munawwarh.

Madinah adalah satu dari dua kota suci. Madinah dulunya bernama Yastrib.

Perlu diketahui para jemaah Indonesia, ada sejumlah amalan haji yang bisa dilakukan selama di Madinah. Apa saja ?

Pembimbing Ibadah yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, Prof KH Aswadi menjelaskan bahwa selama di Madinah, aktivitas utama jemaah adalah beribadah.

Hal ini bisa dilakukan di Masjid Nabawi atau di hotel, disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan jemaah.

Baca Juga: Persiapan ! Ini Obat yang Harus Dibawa Jemaah Haji Indonesia saat di Tanah Suci. Sejumlah Penyakit Rentan Bisa Dialami

Nilai pahala salat di Masjid Nabawi, kata KH Aswadi, mencapai 1.000 kali lipat.

Selain salat wajib, jemaah juga bisa melakukan ibadah sunnah lainnya.

Misalnya: salat sunnah, membaca Al-Quran, bahkan jika mampu hingga menghatamkan.

“Jemaah haji selama berada di Kota Madinah diharapkan memperbanyak bacaan Salawat kepada Rasulullah. Kita semua berharap bisa mendapatkan syafaat Rasulullah, kelak di Yaumul Akhir, ungkapnya di Madinah, Jumat 10 Mei 2024 dilansir laman resmi Kemenag RI.

Baca Juga: Tips Cara Mencegah Heat Stroke bagi Jemaah Haji Indonesia yang Harus Diketahui. Apa itu Heat Stroke ?

Meski banyak keistimewaan, KH. Aswadi menekankan, bahwa amalan yang dilakukan harus tetap sesuai kemampuan. Jemaah diimbau tidak memaksakan diri.

“Contohnya, jemaah lanjut usia, sebaiknya melihat kondisi kesehatan. Jika kondisi kesehatannya fit dan merasa sanggup, bisa beribadah di Masjid Nabawi. Jika kondisi kesehatannya tidak mendukung untuk berangkat ke Masjid Nabawi, alangkah baiknya untuk tetap melakukan amalan di hotel tempat menginap,” paparnya.

“Jemaah haji lansia, dengan beribadah di hotel dapat menjaga kondisi hingga puncak haji. Meskipun demikian, fadilah dan pahala yang didapatkan sama dengan ibadah yang dilakukan di Masjid Nabawi,” terang KH. Aswadi.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X