Prabowo Subianto Tegaskan Siapapun yang Terpilih di Pilkada 2024 Mendatang Tidak Akan Menjadi Masalah

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 11:34 WIB
Prabowo Subianto saat menghadiri Penutupan Kongres ke-6 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Sabtu 24 Agustus 2024. (Kalimantansatu.com/Dokumentasi Pribadi Prabowo Subianto)
Prabowo Subianto saat menghadiri Penutupan Kongres ke-6 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Sabtu 24 Agustus 2024. (Kalimantansatu.com/Dokumentasi Pribadi Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan siapapun yang akan terpilih di Pilkada 2024 mendatang tidak akan menjadi masalah.

Dia percaya rakyat sudah bisa menentukan pilihan dan tidak ada intervensi sedikitpun untuk siapa yang mesti dipilih.

Hal ini dikatakan Prabowo Subianto saat menghadiri Penutupan Kongres ke-6 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Sabtu 24 Agustus 2024.

Menurut Prabowo, urusan pilkada ia mempercayakannya kepada para junior-junior di partai.

"Sudahlah yang lain-lain tidak terlalu prinsip, tentang Pilkada, kita serahkan pada junior-junior itulah, siapapun yang dipilih tidak ada masalah, tidak ada intervensi saya jamin itu tidak ada," kata Prabowo.

Baca Juga: Sebut Suasana IKN Baik, Prabowo Subianto Yakin Dapat Berfungsi Dalam 4-5 Tahun ke Depan Dengan Kolaborasi Para Pakar

Ia pun memastikan bahwa soal Pilkada tak ada sedikitpun intervensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Oleh karena itu, dia meminta agar jangan mau diadudomba dan dihasut.

"Pak Jokowi saya jamin tidak ada nitip, Pak Jokowi tidak pernah nitip-nitip. Tidak pernah. Rakyat sudah memberi kepada kita semua kekuatan kita ajak bekerja sama. Saudara-saudara kita tidak mau dibodohi lagi, diadudomba lagi, dihasut, kita mau sejuk, masa depan kalian gemilang masa depan bangsa Indonesia gemilang tapi tetap waspada. Eling lan waspodo," kata Prabowo.

Sebagai penutup Prabowo pun mengisahkan sebuah analogi tentang membangun sebuah jembatan.

Baca Juga: Prabowo Subianto Optimistis Fungsi IKN Bisa Terlihat 3-5 Tahun ke Depan Walau Belum Maksimal

Menurutnya dalam proses pembangunan semua ingin diajaknya bekerja sama. Inilah menurutnya demokrasi di Indonesia, musyawarah mencapai mufakat.

"Saya cerita ini ibarat analogi, kita di sebuah kampung, ada sungai yang sungai cukup lebar, anak-anak kita kalau sekolah harus nyebrang sungai, berbahaya, akhirnya kita ambil keputusan kita mau bangun jembatan mari kita bergotong royong membangun jembatan kita ajak semua pihak mau bangun jembatan. Kita mau bangun jembatan ada yang kritik-kritik oke, kita mau bangun jembatan bagaimana ini bagus dan kuat? Monggo silahkan. Tapi, jika anda tidak menyumbang pikiran tapi terus menghujat, kita katakan yang mau bantu bangun jembatan silakan, yang tidak mau bantu kau duduk saja di situ," tutup Prabowo.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X