Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Pangan, Ini Tanggapan Guru Besar Universitas Jember dan Saran Strategi untuk Mewujudkannya

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 21 Oktober 2024 | 11:20 WIB
Guru Besar Universitas Jember, Prof. Achmad Subagio, PhD
Guru Besar Universitas Jember, Prof. Achmad Subagio, PhD

KALIMANTASATU.COM, JEMBER - Prabowo Subianto menargetkan Indonesia harus swasembada pangan dalam empat atau lima tahun mendatang.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato usai dilantik sebagai presiden RI periode 2024-2029 di depan Sidang MPR RI, Ahad 20 Oktober 2024.

Terkait gagasan tersebut, Guru Besar Universitas Jember Prof Achmad Subagio, PhD, menilai cita-cita Prabowo sangat bagus, mulia, dan sangat penting guna mendukung ketahanan nasional.

Baca Juga: Ingatkan Masih Banyak Rakyat Miskin, Prabowo Subianto : Kita Bekerja untuk Rakyat, Bukan Kerabat atau Diri Sendiri

“Namun, fakta hari ini adalah sistem pangan kita saat ini menjadi tantangan berat untuk mewujudkan cita-cita Pak Prabowo tersebut,” ungkap Subagio dilansir JatimNetwork.com (Mitra Promedia Teknologi), Minggu 20 Oktober 2024.

Dia menjelaskan, kebijakan pangan selama ini menekankan pada komoditas mayoritas dalam hal ini padi.

Akhirnya, komoditas pangan lainnya terabaikan.

Mengutip pernyataan Prabowo, Subagio mengatakan, pemerintahan yang baru akan menghidupkan semua potensi pangan yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga: Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian Optimis Terhadap Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

“Berarti akan ada yang berubah dalam paradigma pembangunan pangan nasional. Dari semula ada komoditas prioritas menjadi pengembangan komoditas potensial daerah,” tuturnya.

Jika demikian, doktor lulusan Jepang ini mengatakan, pembangunan pertanian di era Prabowo akan sangat spasial.

“Artinya, daerah punya keunggulan dan keunggulan itu yang diangkat, tidak diseragamkan seperti sekarang. Saya di titik ini sangat sepakat,” tegasnya.

Sebab, lanjut dia, dengan mendorong pengembangan potensi pangan lokal, pemerintah tidak perlu memodifikasi sumberdaya alam yang ada di daerah itu. Dengan demikian, investasi pemerintah tidak besar.

“Dalam pidato tadi Pak Prabowo menyebut singkong, sagu, dan komoditas unggulan lainnya,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Jatim Network

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X