Ingin Pengawasan Tindak Korupsi Makin Ketat ! Presiden Prabowo Subianto : Tegakkan Hukum dengan Tegas

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 28 Oktober 2024 | 12:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara eksklusif bertajuk Prabowo Bicara Bersama Retno Pinasti. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Dokumentasi Presiden Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara eksklusif bertajuk Prabowo Bicara Bersama Retno Pinasti. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Dokumentasi Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, MAGELANG - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan komitmen yang besar dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Prabowo memiliki strategi khusus untuk mengurangi tindakan korupsi.

Dalam wawancara eksklusif bersama SCTV, Prabowo mengatakan akan memberikan sistem pengawasan yang ketat untuk memberantas korupsi.

Selain itu, Prabowo juga akan menegakkan hukum dengan tegas.

“Kita harus punya sistem pengawasan yang ketat dan kembali tekad untuk menegakkan hukum dengan tegas,” kata Prabowo, dikutip Senin 28 Oktober 2024.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto : Jangan Sampai Subsidi Dinikmati Orang Kaya

Prabowo menambahkan banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tindakan korupsi, salah satunya dengan sistem yang benar.

“Tapi yang terutama adalah kita harus mencari sistem yang benar, tapi sekarang dengan digitalisasi, dengan komputerisasi, dengan Ai ini saya kira banyak yang bisa dikerjakan untuk mengurangi korupsi,“ ucapnya.

Selain memiliki sistem yang benar, Prabowo mengatakan dirinya juga akan memberikan jaminan kualitas hidup yang baik bagi para pengambil kebijakan.

Menurutnya, cara ini dapat membuat para pejabat tidak merasa kekurangan.

“Kita harus menjamin kualitas hidup yang cukup dan yang baik untuk para pengambil keputusan yang penting,” ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ingin Gunakan Mobil Buatan Indonesia Maung Garuda sebagai Kendaraan Resmi Kenegaraan

Di sisi lain, Prabowo pun mengimbau kepada para menteri dan jajarannya untuk tidak memiliki sifat serakah dan tidak mementingkan kepentingan pribadi.

“Menurut saya yang lebih parah adalah keserakahan, serakah nafsu yang sangat besar untuk mengeruk kekayaan yang sebesar-besarnya agar dia bisa berkuasa panjang,” tutup Prabowo.

Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X