Presiden Prabowo Subianto Siapkan PP Penyerapan Gabah dengan Harga Rp 6.500: Kesejahteraan Petani Harus Naik

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 4 Februari 2025 | 10:44 WIB
Presiden Prabowo memimpin rapat terkait pembangunan IKN di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo memimpin rapat terkait pembangunan IKN di Istana Merdeka, Jakarta.

KALIMANTANSATU.COM - Presiden RI Prabowo Subianto tegaskan siap mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Pemerintah (PP) terkait penyerapan gabah kering panen dengan harga Rp 6.500 per kilogram agar tidak ada lagi pengusaha penggilingan padi yang membeli gabah petani di bawah harga tersebut.

Hal itu Prabowo sampaikan saat melakukan inspeksi dadakan atau sidak ke Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo melaksanakan teleconference bersama petani, penyuluh pertanian, kepala dinas provinsi, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) serta jajaran terkait lainnya di ruang SAS, Kementan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Bela Petani soal Gabah: Berapapun Besar Penggilingan, Kalau Main-main akan Saya Tindak

“Petani kita adalah produsen, produsen pangan. Hidup mereka harus baik, kesejahteraan mereka harus meningkat,” tegas Prabowo.

“Karena itu pemerintah Republik Indonesia sudah menetapkan harga gabah, harga gabah kering panen yang dibeli dari petani adalah Rp 6.500. Saya siap keluarkan PP,” lanjutnya.

Prabowo pun dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah tidak main-main soal kesejahteraan petani.

“Saya tidak main-main ini. Ini adalah masalah kebangsaan. Pengusaha harus untung, tapi tidak bisa untung seenaknya,” imbuhnya.

“Semua pihak harus menang. Produsen, petani, pegusaha, dan konsumen. Kalau negara lain bisa, Indonesia harus bisa juga,” sambungnya.

Baca Juga: Momen Presiden Prabowo Subianto Cek Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Intip dari Jendela Tanpa Ganggu Jam Belajar

Prabowo pun menekankan bahwa pangan Indonesia harus aman untuk menjadi negara maju.

Ia juga mengimbau semua pihak, termasuk pengusaha, untuk dengan hati yang tulus agar setia kepada tujuan ini.

“Kalau tidak mau, ya sudah, tutup saja, tidak usah bikin penggilingan padi. Saya ambil alih. Negara akan ambil alih penggilingan padi. Saya katakan ini masalah hidup dan mati. Ini masalah survival,” kata Prabowo.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X