Di World Governments Summit 2025, Presiden Prabowo Subianto Ungkap Tujuan Cek Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis untuk Rakyat

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Jumat, 14 Februari 2025 | 15:19 WIB
Potret Presiden Prabowo Subianto. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Potret Presiden Prabowo Subianto. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM — Presiden RI Prabowo Subianto menyorot dua program andalan pemerintahannya, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam keynote speech-nya secara virtual di forum internasional World Governments Summit 2025 Dubai, Kamis, (13/2/2025).

Prabowo mengatakan Cek Kesehatan Gratis diinisiasi pemerintah agar masyarakat bisa lebih berhemat pengeluaran untuk kesehatan.

Cek Kesehatan Gratis sendiri, menurut Prabowo, adalah inisiatif untuk mendorong perawatan pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan di masyarakat.

“Untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif, serta menghemat banyak pengeluaran,” jelas Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ungkap Danantara akan Diluncurkan pada 24 Februari 2025

Sementara Makan Bergizi Gratis, menurut Prabowo adalah salah satu inisiatif transformatif pemerintah Indonesia untuk kesejahteraan rakyat.

Ia menyebut program ini adalah investasi untuk masa depan generasi bangsa.

“Kami menyediakan makanan bergizi setiap hari mungkin tampak sederhana, namun ketika diterapkan di ratusan ribu sekolah, tepatnya 330.000—dari desa terpencil hingga pusat kota yang dinamis—hal ini menjadi investasi yang signifikan di masa depan kita," kata Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan tujuan dalam program ini adalah untuk mencakup lebih dari 85 juta anak dan wanita hamil di Indonesia.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyorot pembangunan dan perbaikan infrastruktur publik untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto : Penghematan Proyek Tak Jelas akan Biayai Inisiatif untuk Kesejahteraan Rakyat

Sebab, geografi Indonesia yang luas dan beragam telah lama mengisolasi banyak komunitas masyarakat.

“Dan untuk menjembatani kesenjangan ini, pemerintah Indonesia telah memulai program ambisius melalui kemitraan dengan sektor swasta,” jelas dia.

"Saya sekarang membuka sektor infrastruktur untuk sektor swasta. Mengundang perusahaan swasta dari pasar luar dan dalam negeri. Kami sedang membangun jalur kehidupan yang penting—jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, jalur energi, dan jaringan digital—yang menghubungkan masyarakat dan menstimulasi perekonomian lokal," kata Prabowo.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X