KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah mengklaim bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Salah satunya berkaitan dengan perternakan ayam yang menghasilkan telur dan daging ayam.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan jika Indonesia sebenarnya surplus telur ayam.
Karena itu, MBG diklaim sebagai salah satu program yang digunakan untuk penyerapan surplus telur ayam di Indonesia.
Ia mengatakan ketika target 82,9 juta penerima manfaat terpenuhi dan ada satu hari BGN meminta menu MBG berupa telur, maka dibutuhkan 82,9 juta butir telur ayam dalam satu hari tersebut.
Baca Juga: Ini 3 Pelanggaran yang Sering Dilakukan Repacker MinyaKita Diungkap Kemendag ! Apa Saja ?
Dadan juga mengatakan bahwa belum semua orang di Indonesia mampu membeli telur ayam.
“Nah, sekarang Indonesia kelebihan telur 200 ribu ton, kelebihan ayam 600 ribu ton, jadi kita surplus,” ujar Dadan saat hadir di acara Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia di Jakarta International Convention Center pada Jumat, 14 Maret 2025 lalu.
“Kenapa surplus? Karena yang mampu membeli telur dan ayam hanya 30 persen penduduk Indonesia, sementara 60 persen anak-anak Indonesia kekurangan gizi," imbuhnya.
“Jadi sekarang Badan Gizi Nasional hadir di tengah-tengah untuk menyerap yang kelebihan dan men-deliver yang kekurangan,” jelasnya.
Persoalan surplus telur dan daging ayam ini juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: Resmi ! RUU TNI Disahkan Jadi Undang-Undang, DPR: Tetap Berdasarkan Nilai dan Prinsip Demokrasi
“Kita ternyata selama 20 tahun itu surplus telur dan daging ayam, jadi dengan program (MBG) ini akan menggerakkan ekonomi dalam bidang telur dan ayam,” kata Luhut dalam konferensi pers usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan pada Rabu, 19 Maret 2025.
Luhut menambahkan kalau fakta tersebut terungkap usai program Makan Bergizi Gratis dijalankan.
“Ini kita baru tahu setelah jalan nih, jujur, setelah studi dengan tim melihat ke bawah dan kami sepakat dengan Bappenas dan Bahan Gizi Nasional bersama-sama melakukan pengawasan,” tambahnya.
Artikel Terkait
Dari Makan Bergizi Gratis hingga THR dan Bansos ! Ini 8 Kebijakan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Q1 2025 yang Dipaparkan Presiden Prabowo Subianto
Masih Optimis, Presiden Prabowo Subianto Klaim Makan Bergizi Gratis Sebagai Salah Satu Program Prioritas Bantu Perputaran Uang Hingga Tingkat Desa
Bersyukur dengan Makan Bergizi Gratis, Siswa SMAN 13 Jakarta Utara Anastasia Cagiva Wijaya Sketsa Wajah Prabowo Subianto
Kepala BGN Dadan Hindayana Klaim Program Makan Bergizi Gratis Sudah Terlaksana di 38 Provinsi di Indonesia
Apakah Makan Bergizi Gratis Ada di Bulan Ramadan ? Ini Penjelasan Kepala BGN Dadan Hindayana
Ini 4 Poin Arahan Wapres Gibran Rakabuming Raka Saat Mengisi Retret Kepala Daerah, dari Program Makan Bergizi Gratis hingga Sertifikasi Halal UMKM
Wapres Gibran Rakabuming Raka Beberkan Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis Saat Menjadi Pemateri Retret Kepala Daerah: Mohon Dibantu
Waduh, KPK Mulai Cium Praktik Curang di Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, Anggaran Makan Rp10.000 Diam-diam Diturunkan Jadi Rp8.000
KPK Terima Bocoran Info Ada Praktik ‘Pilih Kasih’ di Dapur Makan Bergizi Gratis. Dari Pembangunan hingga Bahan Baku yang Dipakai
Gerak Cepat Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Bantah Perbedaan Anggaran Rp10.000 dan Rp8.000 Makan Bergizi Gratis Bukan karena Korupsi