Hadir di Panen Raya Majalengka, Presiden Prabowo Subianto Beri Apresiasi pada Petani: Tulang Punggung Bangsa dan Negara

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 7 April 2025 | 19:56 WIB
Presiden Prabowo ketika menghadiri panen raya di Majalengka, Senin, 7 April 2025. (Kalimantansatu.com/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo ketika menghadiri panen raya di Majalengka, Senin, 7 April 2025. (Kalimantansatu.com/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

KALIMANTANSATU.COM - Presiden Prabowo mengungkapkan apresiasinya kepada para petani saat menghadiri panen raya.

Prabowo bersama beberapa pejabat lainnya hadir di Majalengka, Jawa Barat untuk Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi pada Senin, 7 April 2025

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut bahwa petani adalah tulang punggung negara.

“Saudara-saudara sekalian terutama para petani, saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada saudara-saudara sekalian, saudara-saudara adalah tulang punggung bangsa dan negara,” kata Prabowo di pidatonya.

Prabowo mengungkapkan bahwa petani memiliki tugas penting, yakni memenuhi kebutuhan pangan negara.

Baca Juga: Beberkan Beberapa Rencana Saat Hadir di Panen Raya Majalengka, Prabowo Subianto: Saya Ingin Jadi Presiden yang Berhasil Menurunkan Harga Pangan

“Banyak pihak terutama elit-elit yang di Jakarta itu mungkin tidak merasakan betapa pentingnya para petani, para petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara,” ujarnya.

“Saya katakan berkali-kali, bertahun-tahun, tanpa pangan tidak ada negara, tanpa pangan, tidak ada NKRI,” sambungnya.

“Karena itu, hari ini saya sangat bahagia,” imbuhnya.

Prabowo kemudian menceritakan saat dirinya masih aktif sebagai seorang prajurit, hidupnya banyak dibantu oleh petani.

“Saya mantan prajurit, saya merasakan sebagai prajurit yang memberi makan kita itu ya para petani,” jelas Prabowo.

Baca Juga: Singgung Soal Pencegahan Praktik Korupsi Saat Pidato Panen Raya di Majalengka, Presiden Prabowo Subianto: Langsung Rekam Supaya Jera

“Hidupnya susah masih bisa menyisihkan sebagian untuk mendukung tentara, saya merasakan tahun ‘70, tahun ‘71, tahun ‘72,” imbuhnya.

Prabowo juga menyebutkan bahwa meski rakyat memiliki hidup yang susah, namun lebih memiliki sisi patriotik.

“Ini saya anggap awalan yang bagus, harus kita capai lebih baik lagi,” tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X