Selidiki Kasus Makan Bergizi Gratis yang Diduga Membuat Keracunan Puluhan Siswa di Cianjur, BGN: Berasal dari MBG atau Bukan ?

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Rabu, 23 April 2025 | 20:26 WIB
Potret Menu MBG di Salah Satu SMA. (x.com/Tojibelajar)
Potret Menu MBG di Salah Satu SMA. (x.com/Tojibelajar)

KALIMANTANSATU.COM - Puluhan siswa dari dua sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin 21 April 2025 lalu.

Insiden ini langsung ditanggapi serius oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini tengah menyelidiki penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan empati mendalam kepada seluruh siswa yang terdampak, terutama para korban dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama lembaganya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ungkit Nyinyiran Soal Makan Bergizi Gratis, Sebut Ada Profesor yang Perlu Perbaiki Sikap dengan Mencontoh Ustaz Adi Hidayat

"Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” ujar Dadan Hindayana pada Selasa, 22 April 2025.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan," tambahnya.

Lebih lanjut, Dadan juga menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun langkah-langkah antisipatif guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

"Kami mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital. Selain itu, kami akan meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG," tuturnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Kaget Drone Bisa Tabur Benih 25 Hektare Sehari, Petani di Jabar Ini Pernah Keluhkan Harga Sewanya yang Tinggi

Sementara itu, penyebab pasti keracunan masih belum dapat dipastikan.

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.

Hasil pengujian laboratorium tersebut baru akan diketahui dalam kurun waktu 10 hari ke depan.

"Kami sedang menunggu hasil Lab Kesda Provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab keluar," lanjut Dadan.

Menurut perwakilan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi, makanan yang disajikan hari itu telah melalui proses pengolahan standar dan penyimpanan yang sesuai prosedur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X