Bicara Soal Dugaan Siswa Keracunan Gegara Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Subianto Minta Hal Ini ke Kepala BGN Dadan Hindayana

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 6 Mei 2025 | 14:03 WIB
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto. (Kalimantansatu.com/YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto. (Kalimantansatu.com/YouTube Sekretariat Presiden)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Sedang ramai menuai sorotan warga Tanah Air, terkait isu dugaan siswa yang keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terkini, Presiden RI, Prabowo Subianto mengklaim kasus keracunan itu tergolong sangat kecil dibandingkan total penerima manfaat.

Prabowo menyebut korban siswa yang keracunan akibat mengkonsumsi MBG di sekolah, sekitar 200 orang.

"Kasus (siswa) yang keracunan sampai saat ini, dari target penerima tiga koma sekian juta kalau tidak salah, korban keracunan di bawah 200 orang," tutur Prabowo saat Sidang Kabinet di Istana Presiden, Jakarta pada Senin, 5 Mei 2025.

Baca Juga: Begini Tekad Presiden Prabowo Subianto yang Ingin Siswa Makan Sehat dan Bersih ! Ceritakan Paspampres Ikut Buka Sepatu saat di Dapur MBG

Berdasarkan laporan kasus keracunan MBG yang diterimanya, Prabowo menuturkan hanya 5 dari sekitar 200 orang siswa yang harus menjalani rawat inap.

Presiden RI itu kemudian menegaskan, tingkat keberhasilan pelayanan makanan dalam program MBG itu mencapai angka 99,99 persen.

"Sebanyak 200 dari (target penerima) tiga koma sekian juta kalau tidak salah adalah 0,05," tutur Prabowo.

"Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen," ungkap sang Ketum Partai Gerindra.

Di sisi lain, Prabowo meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana beserta jajarannya untuk menerapkan target 'zero penyimpangan' dalam menjalani program MBG.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Sebut-sebut Nama Jokowi di Sidang Kabinet, dari Dugaan Ijazah Palsu hingga Isu Jadi 'Boneka' Ayah Gibran Rakabuming Raka

"Kita tidak boleh cepat puas, Pak Dadan. Kita harus lihat nanti Desember 2025," sebut Prabowo.

"Saya hargai karena Kepala BGN dan jajaran mengatakan 'Pak, sasaran kita adalah zero penyimpangan, zero kesalahan' Dan kita mengerti, tidak gampang," tungkasnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X