Robert Francis Prevost Paus Pertama dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump Ikut Berkomentar

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 12:22 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @realdonaldtrump)

KALIMANTANSATU.COM - Kardinal Robert Francis Prevost menjadi Paus baru yang dimiliki oleh umat Katolik.

Terpilihnya Robert Prevost ini melalui pemungutan suara yang dilakukan secara tertutup oleh 133 Kardinal dari 70 negara di Kapel Sistina, Vatikan.

Konklaf pemilihan Paus ini dilakukan mulai Rabu, 7 Mei 2025 sore hari hingga Kamis, 8 Mei 2025.

Selama masa konklaf, cerobong asap Kapel Sistina menjadi penanda apakah Paus baru telah terpilih dengan perbedaan warna asap yang keluar.

Asap hitam menandakan bahwa belum ada Paus yang terpilih, sedangkan asap putih berarti telah terjadi kesepakatan Paus baru.

Baca Juga: Ini Profil Leo XIV Paus yang Baru Terpilih ! Sosok Robert Francis Prevost Lahir di Amerika Serikat dan Lama Menjadi Misionaris di Peru

Robert Prevost sendiri lahir di Chicago pada 14 September 2025 dan menandakan bahwa ia adalah Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.

Setelah pengumuman resmi dari Vatikan, Presiden Amerika Donald Trump turut buka suara.

Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengungkapkan bahwa pemilihan tersebut adalah sebuah kehormatan untuk Amerika Serikat.

“Selamat kepada Kardinal Robert Francis Prevost, yang baru saja diangkat menjadi Paus,” tulis Trump pada caption dan foto yang ia unggah pada Jumat, 9 Mei 2025.

Ia menyinggung tentang status Paus Leo XIV sebagai Kardinal pertama yang diangkat sebagai Paus dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Arti Pemilihan Nama Leo Paus yang Baru Diungkap Uskup Agung Timothy Broglio. Sampaikan Kegembiraan Karena Kardinal Pilih Paus Leo XIV

“Merupakan suatu kehormatan untuk menyadari bahwa ia adalah Paus Amerika pertama,” imbuhnya.

“Sungguh menggembirakan dan merupakan kehormatan besar bagi Negara kita,” tandasnya.

Trump mengakhiri unggahannya itu dengan harapan bisa bertemu dengan sang pemimpin umat Katolik dunia tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X