Hendak Rencanakan Pertunangan, Dua Staf Kedutaan Israel Tewas Ditembak di Washington DC Amerika Serikat. Pelaku Teriakkan ‘Bebaskan Palestina’

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 22 Mei 2025 | 16:15 WIB
Foto Ilustrasi - Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington. (Kalimantansatu.com/Dok. freepik rawpixel)
Foto Ilustrasi - Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington. (Kalimantansatu.com/Dok. freepik rawpixel)

KALIMANTANSATU.COM - Dua staf Kedutaan Besar Israel di Washington, DC, tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di luar sebuah acara di Museum Yahudi pada Rabu 21 Mei 2025.

Penembakan terjadi di kawasan persimpangan Jalan 3rd dan F, Northwest Washington, tak jauh dari museum, kantor FBI setempat, dan kantor Kejaksaan AS.

Kedua korban merupakan seorang pria dan seorang wanita yang diketahui sebagai pasangan muda yang sedang merencanakan pertunangan, demikian disampaikan Duta Besar Israel.

Juru bicara Kedutaan Besar Israel, Tal Naim Cohen, mengatakan kedua korban ditembak dari jarak dekat saat menghadiri acara komunitas Yahudi di museum tersebut.

Baca Juga: Update Berita Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Bareskrim Polri Klaim Uji Labfor Skripsi Ayah Gibran di UGM Hasilnya Identik

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Pamela Smith, menyatakan bahwa pelaku terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum acara dimulai.

Tersangka, yang diidentifikasi sementara sebagai Elias Rodriguez (30 tahun), langsung ditangkap usai kejadian. Saat diamankan, ia meneriakkan seruan, “Bebaskan Palestina, Bebaskan Palestina.”

Menurut polisi, Rodriguez tidak memiliki riwayat kriminal atau kontak sebelumnya dengan aparat penegak hukum.

Insiden ini pun memicu gelombang kecaman dari berbagai pejabat tinggi, salah satunya Presiden AS Donald Trump.

Donald Trump menyebut penembakan tersebut sebagai kejahatan antisemitisme.

Baca Juga: Di Hadapan Pelaku Migas Dunia, Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Tidak Ingin Lagi Bergantung Impor Energi

“Pembunuhan mengerikan di DC ini, yang jelas-jelas berdasarkan antisemitisme, harus diakhiri, Sekarang! Kebencian dan Radikalisme tidak punya tempat di AS,” tulis Trump di Truth Social, Kamis 22 Mei 2025.

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Kristi Noem, juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memproses pelaku secara hukum.

“Kami akan membawa pelaku bejat ini ke pengadilan,” tulis Noem dalam unggahan di platform X.

Di sisi lain, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga mengecam keras serangan ini dan menyebutnya sebagai aksi terorisme anti-Semit yang tercela.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X