KALIMANTANSATU.COM - Konflik dua negara di Timur Tengah, Iran vs Israel yang kini belum memperlihatkan tanda-tanda akan mereda, memicu kekhawatiran sebagian publik internasional terhadap dampaknya yang kian melebar.
Sebelumnya diketahui, konflik Israel dengan Iran kian meluas usai keterlibatan Amerika Serikat (AS) di dalamnya.
Serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni 2025, telah meningkatkan risiko geopolitik seiring potensi kenaikan tarif Trump yang akan berlaku dalam beberapa minggu mendatang.
Oleh sebab itu, respons Iran terhadap serangan AS akan sangat penting, mengingat negara Republik Islam itu memiliki beberapa opsi balasan seperti serangan terhadap personel AS dengan menargetkan infrastruktur energi regional, atau menutup Selat Hormuz.
Baca Juga: Beda Klaim Iran vs Israel Setelah Donald Trump Umumkan Sepihak Perihal Gencatan Senjata di Medsos
Berkaca dari hal itu, kini Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani menegaskan konflik bersenjata antara Israel dengan Iran belum memberikan dampak signifikan terhadap iklim investasi di Indonesia.
Rosan mengklaim, hingga pertengahan tahun ini, arus masuk investasi asing masih stabil dan menunjukkan tren positif.
Di sisi lain, CEO Danantara itu menilai sebagian besar investor asing yang menanamkan modal di Indonesia berasal dari kawasan Asia. Oleh sebab itu, tensi geopolitik di Timur Tengah dinilai tidak banyak mempengaruhi komitmen investasi mereka.
"Karena kalau kita lihat nature dari para investor kita, terutama yang dari investment, itu kan terkonsentrasinya memang lebih banyak di negara Asia ya. Seperti Singapura, kemudian China, Hongkong, Malaysia, Jepang, Korea. Jadi komitmennya tetap sama, tetap tinggi," ujar Rosan kepada awak media di kantornya, Jakarta, pada Selasa, 24 Juni 2025.
Rosan memastikan, hingga kini tidak terlihat adanya penundaan maupun pembatalan dari investor asing, baik di sektor investasi langsung maupun perbankan.
"Dampaknya boleh dibilang hampir, kalau ke kami ya, dari segi investasi foreign bank investment, boleh dibilang belum kita lihat ya sampai sejauh ini," terangnya.
Rosan menuturkan selama enam bulan pertama 2025, aliran investasi masih berjalan lancar dan kinerja penanaman modal tetap solid.
"Jadi semuanya oke kok (investasi asing ke RI), berjalan dengan baik," imbuhnya.
(*)
Artikel Terkait
Amerika Serikat Serang Iran ! Donald Trump Trump Klaim Hancurkan Tiga Fasilitas Nuklir Iran, Ancam Serangan Lebih Besar Jika Damai Ditolak
Amarah Kim Jong Un Setelah Donald Trump Ikut Campur Konflik Israel vs Iran, Sebut Langkah Presiden Amerika Serikat itu Sembrono
Harga Minyak Dunia Melejit Setelah Amerika Serikat dan Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran, Brent Sentuh Rp1,2 Juta per Barel
Pesawat Misterius China Dilaporkan Mondar-Mandir ke Iran Meski Berpotensi Jadi Target Gempuran Israel-Amerika Serikat
Perang Israel Vs Iran Memanas ! Presiden Prabowo Subianto Kumpulkan Menteri-Panglima TNI di Hambalang Untuk Bahas Kondisi Dunia yang Dilanda Konflik
Pasca Serangan Amerika Serikat ke Iran, Presiden Prabowo Subianto Siapkan Evakuasi WNI dari Kawasan Konflik
Klaim Ingin Wujudkan Perdamaian, Wapres AS JD Vance: Kami Perang Melawan Program Nuklir Iran, Bukan Negaranya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Sebut Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Penuh, Dimulai Bertahap dalam 24 Jam
Wamen Polkam Lodewijk Freidrich Sebut 386 WNI Terjebak di Kawasan Konflik Iran, Klaim Sebagian Menolak Dievakuasi
Beda Klaim Iran vs Israel Setelah Donald Trump Umumkan Sepihak Perihal Gencatan Senjata di Medsos