KALIMANTANSATU.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak mengungkapkan rasa sedihnya saat menangani kasus-kasus dugaan korupsi di Tanah Air.
Pimpinan KPK itu menyampaikan hal tersebut saat membandingkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis, 10 Juli 2025.
Tanak menyebut, Indonesia merupakan negara kaya, namun masih tertinggal dalam hal persepsi publik terhadap korupsi jika dibandingkan dengan negara tetangga, seraya menyayangkan rendahnya IPK Indonesia.
"Terus terang saya selalu sedih kalau menangani perkara, sedih sekali melihat negara Republik Indonesia," ungkap Tanak.
Kemudian, Tanak menyinggung Malaysia dan Singapura sebagai perbandingan. Wakil Ketua KPK itu mengaku heran karena kedua negara tersebut meski lebih kecil secara wilayah, justru memperoleh IPK yang jauh lebih baik dari RI.
Baca Juga: Kasat Narkoba dan Tiga Polisi Polres Nunukan Ditangkap Karena Terlibat Penyelundupan Sabu
"Kita melihat negara tetangga kita, Malaysia, yang tidak ada apa-apanya. Apalagi Singapura yang cuma wilayahnya kecil, tetapi kenapa indeks persepsi korupsi di mereka itu sangat rendah (lebih baik)?" tuturnya.
Sebagai catatan, IPK disusun oleh Transparency International untuk mengukur tingkat persepsi publik terhadap korupsi di sektor publik dengan skala 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih). Semakin tinggi nilainya, semakin rendah tingkat korupsinya.
Tanak menyoroti, pada tahun 2024, Singapura mencatat IPK tertinggi di kawasan dengan nilai 84 poin. Malaysia berada di posisi selanjutnya dengan 57 poin. Sementara Indonesia hanya meraih 37 poin, jauh di bawah negara tetangga.
Pimpinan KPK itu kemudian menambahkan pemberantasan korupsi di Indonesia sebenarnya telah berlangsung sejak lama, tepatnya sejak tahun 1960, regulasi terkait upaya pemberantasan korupsi sudah mulai dirumuskan di Indonesia.
"Di situlah awal pemberantasan korupsi mulai, tetapi sampai sekarang ternyata korupsi masih banyak, korupsi di Republik Indonesia ini masih banyak," terang Tanak.
Perihal itu, Tanak mengungkapkan perasaannya yang sudah lelah menghadapi perkara korupsi, terlebih sejak dirinya bertugas di Kejaksaan Agung. Namun, semangat untuk memperbaiki keadaan di RI tetap menjadi motivasinya.
"Rasanya bosan menangani perkara korupsi, tetapi demi bangsa dan negara saya tetap berupaya untuk mencoba membagikan apa yang saya miliki, apa yang saya ketahui," keluh Tanak.
"Tetapi sayang masih terlalu banyak yang kurang menyadari tentang hal ini, sehingga masih banyak yang melakukan korupsi dalam menjalankan tugasnya," tukasnya.
Artikel Terkait
Bicara di Podcast Denny Sumargo ! Pemandu Juliana Marins Ali Musthofa Ungkap Gunung Rinjani adalah Pendakian Perdana Mendiang
Seskab Teddy Indra Wijaya Tegaskan Kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS Jadi Tonggak Penting Sejarah Hubungan Luar Negeri Indonesia
Diplomat Muda Kemlu Tewas Mengenaskan di Kos Menteng dengan Kepala Terlilit Lakban, Polisi Ungkap Tidak Ada Barang Hilang
Hadeh, Pengunjung Air Mancur MMTC Pancing Medan Kena Tarif Duduk Rp2.000, Warganet Tagih Tindakan Tegas Pemerintah
Pilu Kakak Ipar Karena Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan Meninggal Dunia ! Mengaku Syok dan Ceritakan Kenangan Terakhir
Begini Sosok Arya Daru Pangayunan di Mata Keluarga, Diplomat Fungsional Muda Kemlu Meninggal Dunia Dalam Kondisi Tak Wajar di Kos
Gara-gara Putrinya Terima Banyak Hujatan di Medsos, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Lapor KPAI: Anak di Bawah Umur Dilindungi Negara
Apa Makna Logo Baru RSUD Welas Asih ? Gubernur Dedi Mulyadi Sampai Jelaskan Asmaul Husna hingga Filosofi Sunda
Ketika Musisi Senior Ari Lasso Bagikan Cerita Awal Buat Daftar Riders Dewa 19 Bersama Ahmad Dhani, Nyentil Siapa Nih ?
Alur Panduan Cara Daftar UKBI Adaptif Kemendikdasmen Online di Link Resmi ukbi.kemendikdasmen.go.id untuk Syarat Beasiswa
Kasat Narkoba dan Tiga Polisi Polres Nunukan Ditangkap Karena Terlibat Penyelundupan Sabu
Ditemani Al Ghazali, Pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani Laporkan Lita Gading yang Diduga Dukung Aksi Bullying terhadap SA
Pernah Ngaku Jadi Pemeran Video Dewasa, Lisa Mariana Kini Dipanggil Polda Jabar
Ole Romeny Cedera di Laga Arema vs Oxford United Piala Presiden 2025 ! Tak Terima, Netizen Geruduk Akun Medsos Arema FC :'Pemain Timnas Aset Negara'