Sentil ‘Indonesia Gelap’ saat Kongres PSI 2025, Presiden Prabowo Subianto: Sorry Ye, Indonesia Cerah!

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 22 Juli 2025 | 08:25 WIB
Presiden Prabowo saat menyampaikan sambutan di penutupan Kongres PSI 2025 di Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Juli 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube PSI)
Presiden Prabowo saat menyampaikan sambutan di penutupan Kongres PSI 2025 di Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Juli 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube PSI)

KALIMANTANSATU.COM - Presiden Prabowo kembali menyoroti tentang sempat ramainya ‘Indonesia Gelap’ di media sosial beberapa waktu lalu.

Prabowo mengungkapkan bahwa kemunculan isu tersebut karena ada orang-orang yang ingin membuat kegaduhan di tengah masyarakat Indonesia.

“Indonesia gelap, Indonesia gelap, sorry ye, Indonesia cerah, masa depan Indonesia cerah,” ujar Prabowo dalam penutupan Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Juli 2025.

Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak kekayaan yang harus berani untuk mengelolanya sendiri.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto: Koperasi Desa Merah Putih untuk Basmi Tengkulak dan Rentenir

“Saya sudah lihat angka-angkanya, kekayaan kita luar biasa tinggal kita bisa mengelola atau tidak, atau tinggal kita berani atau tidak menjalankan perintah undang-undang dasar,” imbuhnya.

“Pada tanggal 20 Oktober 2024, saya dan Mas Gibran disumpah di depan rakyat Indonesia, kami disumpah untuk memegang teguh Undang Undang Dasar dan menjalankan segala perundangan yang berlaku,” tambahnya.

Prabowo juga menyebut tentang orang-orang yang mengeruk kekayaan negara untuk kepentingannya sendiri kini punya lebih banyak akal.

“Kekayaan kita luar biasa, tapi maling-maling pun luar biasa, akalnya luar biasa, nggak jera-jera,” imbuhnya.

Baca Juga: Agenda Peluncuran 80.081 Koperasi Desa Merah Putih Seluruh Indonesia di Klaten, Presiden Prabowo Subianto Diiringi Sorak Senyum Warga Sepanjang Jalan

“Mereka-mereka itu menurut saya sudah di arah bukan lagi masuk akal atau apa, mereka sudah serakah,” tambahnya.

Selain menyoroti tentang ramainya Indonesia Gelap yang sempat ramai, Prabowo juga menyinggung tentang #KaburAjaDulu yang sempat bergaung di media sosial.

Menurutnya, itu adalah hasil penyalahgunaan teknologi untuk memunculkan rasa pesimisme.

“Memang ada usaha menggunakan teknologi, menggunakan uang, menggunakan sosmed, membayar pakar-pakar nyinyir, menghidupkan pesimisme, saya geleng-geleng kepala,” ucap Prabowo.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X