Bukan Sekadar Bagi-bagi Smartboard atau Smart TV, Kemenko PMK Luruskan Framing Negatif Program Digitalisasi Pembelajaran era Presiden Prabowo

photo author
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:25 WIB
Program digitalisasi pembelajaran yang tengah dijalankan pemerintah bukanlah sekadar proyek bagi-bagi perangkat seperti smartboard atau smart TV, melainkan bagian dari upaya besar membangun ekosistem pendidikan digital yang menyeluruh dan berkelanjutan. (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)
Program digitalisasi pembelajaran yang tengah dijalankan pemerintah bukanlah sekadar proyek bagi-bagi perangkat seperti smartboard atau smart TV, melainkan bagian dari upaya besar membangun ekosistem pendidikan digital yang menyeluruh dan berkelanjutan. (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)

KALIMANTANSATU.COM — Program digitalisasi pembelajaran yang tengah dijalankan pemerintah bukanlah sekadar proyek bagi-bagi perangkat seperti smartboard atau smart TV, melainkan bagian dari upaya besar membangun ekosistem pendidikan digital yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat.

“Tujuan pemerintah bukan hanya mengirim barang ke sekolah-sekolah, tetapi membangun infrastruktur dan konten pembelajaran yang memungkinkan sekolah mengakses materi berkualitas, di mana pun mereka berada,” kata Prof. Ojat saat berbincang dengan tim Jaringan Promedia di kantor Kemenko PMK, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut dia, di lapangan banyak terjadi kesalahpahaman dan framing negatif terhadap program digitalisasi ini.

Baca Juga: Harga Daging Ayam dan Telur Naik ! BGN Sebut Konsumsi Meningkat untuk MBG, Apakah Perlu Peternak Baru ?

Publik sering menilai bantuan perangkat sebagai proyek pengadaan biasa, padahal konsepnya jauh lebih luas dan strategis.

 “Banyak yang hanya melihat pemerintah membagi-bagi perangkat, padahal kami juga menyiapkan jaringan internet, daya listrik, bahkan di daerah terpencil memakai solar panel atau genset. Ini semua demi memastikan perangkat itu benar-benar bisa digunakan,” ujarnya.

Program digitalisasi pembelajaran kini mengintegrasikan berbagai kebutuhan sekolah sesuai konteks lokal.

Sekolah dengan akses listrik dan internet cukup akan menerima paket perangkat dan konten belajar, sedangkan sekolah yang belum teraliri listrik akan mendapat dukungan tambahan berupa panel surya dan koneksi satelit.

Selain infrastruktur, Kemenko PMK juga menekankan penguatan konten dan kompetensi guru agar sistem pembelajaran digital tidak sekadar formalitas.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Kebanyakan Sekolah Garuda Dibangun di Luar Pulau Jawa, Apa Tujuan dan Pertimbangannya ?

“Kami ingin memastikan guru-guru juga dilatih agar bisa menggunakan teknologi ini dengan benar. Digitalisasi tanpa kesiapan manusia tidak akan efektif,” tegas Prof. Ojat.

Asisten Deputi Riset Teknologi dan Kemitraan Industri Katiman menambahkan, peran media massa 

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X