Tak berhenti pada jenjang pendidikan menengah, Presiden juga mendorong masuknya perguruan tinggi ternama dunia untuk berkolaborasi dengan universitas dalam negeri, baik dalam bentuk program gelar bersama (joint degree) maupun pola kemitraan lainnya.
Prabowo optimistis bahwa rangkaian kebijakan ini menjadi bentuk investasi masa depan yang krusial bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
"Cara kedua, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia bekerja sama dengan universitas-universitas di sini, entah joint program, entah KSO. Tapi ini investasi jangka panjang," pungkasnya.
(R. Ridho Triwi D.N)
Artikel Terkait
Begini Pesan KSAD Jenderal Maruli ke Alumni Akmil: TNI AD Harus Bantu Bangun Fasilitas dan Gunakan Networking untuk Masyarakat
Dari Ekskul Sekolah ke Pimred Media About Malang, Ini Kisah Emas Perjalanan Jurnalis Arvendo Mahardika di Pro-spective Bootcamp Promedia Group
Indonesia dan Thailand Komitmen Tingkatkan Perdagangan hingga USD 20 Miliar pada 2030, Presiden Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Menjadi Pilar Utama
Dorong Transformasi BUMN, Kemenkeu Siapkan SMV Khusus Pengelolaan KCJB Tanpa Bebani APBN ! Target Pengalihan Selesai Pertengahan September 2026
Aturan Baru Pinjaman Daring: POJK No 8 Tahun 2026 Tegaskan Transparansi dan Perlindungan Data ! Platform Fintech Wajib Integrasikan Data Transaksi
Rekor Baru dan Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global! Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.131 Triliun di LPKSI 2025
Mengintip Perkembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) Sepanjang Juli 2026! OJK Beberkan Datanya, IHSG dan Fundraising Menguat
Manufaktur Indonesia Pulih! Kinerja Industri Nasional Membaik di IKI Juli 2026: 22 Subsektor Masuk Fase Ekspansi, Investasi Rp157,6 Triliun
Impresif ! Penyumbang PDB Terbesar, Sektor Industri Pengolahan Nonmigas Kembali Jadi Motor Ekonomi RI, Tumbuh 5,32 Persen di Triwulan II-2026
Panduan Diversifikasi Aset Internasional bagi Investor Domestik: Bedah Berapa Porsi Ideal, Tantangan, Risiko Hingga Alasannya