KALIMANTANSATU.COM - Mayor Jenderal TNI Farid Makruf, M.A. adalah seorang perwira tinggi TNI AD kelahiran 6 Juli 1969.
Sejak 29 November 2023, Mayjen TNI Farid Makruf menjabat sebagai Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad).
Mayjen TNI Farid Makruf lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 kecabangan Infanteri (Kopassus).
Sebelum menjadi Kakostrad, Mayjen TNI Farid Makruf menjabat Panglima Kodam V/Brawijaya.
Dirangkum dari Berbagai Sumber, Mayjen TNI Farid Makruf memperoleh gelar Master dalam bidang Security Study di University of Hull, Inggris pada 1998.
Pada 2003-2004, Farid Makruf yang masih berpangkat Kapten ditugaskan bergabung dengan United Nation Mission in Sierra Leone (UNAMSIL).
Misi ini dibentuk oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sejak Oktober 1999 untuk membantu pelaksanaan Kesepakatan Perdamaian Lomé, sebuah perjanjian yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang saudara Sierra Leone.
Saat berpangkat Kolonel pada tahun 2018, ia pernah menjadi Komandan Satuan Tugas Komando Satgas Gabungan Terpadu (Dansatgas Kogasgabpad) Operasi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Farid Makruf berhasil membuat sistem bantuan pemerintah yakni rumah senilai Rp50 Juta per unit, dan sudah terbangun 47 ribu rumah di Lombok.
Sehingga, Farid Makruf diterima di Lemhannas tanpa tes.
Pada 2019, Farid Makruf menyelesaikan pendidikan di Lemhannas.
Saat menjabat Komandan Korem 132/Tadulako yang berada di bawah naungan Kodam XIII/Merdeka, Farid Makruf menjadi satu diantara perwira tinggi TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang dikenal sebagai pemburu sisa-sisa anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso.