reginternasional

Militer AS Kembali Serang Houthi di Yaman pada Sabtu 13 Januari 2024 ! Radar Houthi Dianggap Membahayakan Kapal-kapal Komersial di Laut Merah

Sabtu, 13 Januari 2024 | 12:39 WIB
Peta yang menunjukkan Yaman dengan ibu kotanya, Sanaa. (Kalimantansatu.com/AP News)

Baca Juga: Timnas AMIN Tegaskan Program Pembangunan 40 Kota Existing di Wilayah Indonesia agar Setara Jakarta Akan Efektif Dalam Pemerataan Pembangunan Ekonomi

Ketika ditanya apakah dia yakin Houthi adalah kelompok teroris, Biden menjawab, “Saya rasa memang demikian.”

Presiden dalam percakapan selanjutnya dengan wartawan saat singgah di Allentown, Pennsylvania, mengatakan apakah Houthi ditunjuk kembali sebagai hal yang “tidak relevan.”

Biden juga menentang beberapa anggota parlemen, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, yang mengatakan dia seharusnya meminta izin Kongres sebelum melakukan serangan.

“Mereka salah, dan saya mengirimkan pesan pagi ini ketika serangan terjadi, apa yang sebenarnya terjadi,” kata Biden.

Baca Juga: Relawan PRIDE Konsolidasi Rebut 1,75 Juta Pemilih Luar Negeri Untuk Prabowo Gibran di Pilpres 2024 ! Dihadiri 40 Perwakilan Negara

Diperintahkan Lloyd Austin dari Rumah Sakit

Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Lloyd Austin memerintahkan tindakan militer dari rumah sakit tempat dia memulihkan komplikasi setelah operasi kanker prostat.

Gedung Putih mengatakan pada bulan November bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menetapkan kembali Houthi sebagai organisasi teroris setelah mereka mulai menargetkan kapal-kapal sipil. Pemerintah AS secara resmi menghapus kelompok Houthi sebagai “organisasi teroris asing” dan “teroris global yang ditetapkan secara khusus” pada tahun 2021, sehingga membatalkan langkah Presiden Donald Trump.

Sementara itu, Direktur Kepala Staf Gabungan, Letjen Douglas Sims, mengatakan serangan AS pada hari Jumat sebagian besar terjadi di daerah berpenduduk sedikit, dan jumlah korban tewas tidak akan banyak.

Dia mengatakan serangan itu mengenai senjata, radar dan lokasi sasaran, termasuk di daerah pegunungan terpencil.

Ketika pemboman menerangi langit dini hari di beberapa lokasi yang dikuasai oleh pemberontak yang didukung Iran.

Hal ini memaksa dunia untuk kembali fokus pada perang Yaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, yang dimulai ketika Houthi merebut ibu kota negara tersebut.

Sejak November, para pemberontak telah berulang kali menargetkan kapal-kapal di Laut Merah, dengan mengatakan bahwa mereka membalas serangan Israel di Gaza terhadap Hamas.

Namun mereka sering menargetkan kapal-kapal yang memiliki hubungan lemah atau tidak jelas dengan Israel, sehingga membahayakan pelayaran di rute utama perdagangan global dan pengiriman energi.

Halaman:

Tags

Terkini