reginternasional

Militer AS Kembali Serang Houthi di Yaman pada Sabtu 13 Januari 2024 ! Radar Houthi Dianggap Membahayakan Kapal-kapal Komersial di Laut Merah

Sabtu, 13 Januari 2024 | 12:39 WIB
Peta yang menunjukkan Yaman dengan ibu kotanya, Sanaa. (Kalimantansatu.com/AP News)

Jalur Laut Merah merupakan jalur perairan yang penting, dan serangan di jalur tersebut telah menyebabkan gangguan parah terhadap perdagangan global.

Minyak mentah Brent yang dijadikan patokan diperdagangkan naik sekitar 4% pada hari Jumat menjadi lebih dari $80 per barel.

Tesla, sementara itu, mengatakan akan menghentikan sementara sebagian besar produksi di pabriknya di Jerman karena serangan di Laut Merah.

Di Saada, kubu Houthi di barat laut Yaman, ratusan orang berkumpul untuk melakukan unjuk rasa pada hari Jumat, mengecam AS dan Israel.

Yang lainnya menarik ribuan orang di Sanaa, ibu kotanya.

Houthi kini menguasai wilayah yang menjadi rumah bagi dua pertiga penduduk Yaman yang berjumlah 34 juta jiwa.

Perang dan kesalahan pemerintahan telah menjadikan Yaman salah satu negara termiskin di dunia Arab, dan Program Pangan Dunia menganggap sebagian besar masyarakat Yaman rawan pangan.

Yaman telah menjadi sasaran aksi militer AS selama empat masa kepresidenan Amerika terakhir.

Kampanye serangan pesawat tak berawak dimulai di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush untuk menargetkan afiliasi lokal al-Qaeda, serangan yang terus berlanjut di bawah pemerintahan Biden.

Sementara itu, AS telah melancarkan serangan dan operasi militer lainnya di tengah perang yang sedang berlangsung di Yaman.

Perang tersebut dimulai ketika kelompok Houthi menyerbu Sanaa pada tahun 2014.

Koalisi pimpinan Saudi termasuk Uni Emirat Arab melancarkan perang untuk mendukung pemerintah Yaman yang diasingkan pada tahun 2015, yang dengan cepat mengubah konflik tersebut menjadi konfrontasi regional ketika Iran mendukung kelompok Houthi dengan senjata dan senjata lainnya mendukung.

Namun konflik tersebut telah melambat ketika kelompok Houthi mempertahankan kekuasaan mereka di wilayah yang mereka kuasai.

Pada bulan Maret, Arab Saudi mencapai kesepakatan yang dimediasi Tiongkok untuk memulai kembali hubungan dengan Iran dengan harapan pada akhirnya menarik diri dari perang.

Iran mengutuk serangan hari Jumat itu dalam pernyataan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Nasser Kanaani.

Halaman:

Tags

Terkini