Harimau merupakan hewan soliter, pertemuan antara jantan dan betina hanya terjadi pada saat kawin.
Tidak seperti kucing lainnya, ia adalah perenang yang terampil dan bahkan dapat menyeberangi sungai yang luas.
Ia menandai batas wilayahnya dengan air seni, kotoran atau cairan lainnya dan dengan goresan yang ditinggalkannya di pohon, semak-semak, dan permukaan batu.
Penandaan ini memberikan informasi kepada harimau lain mengenai identitas, jenis kelamin, dan status reproduksinya.
Perkawinan harimau dapat terjadi sepanjang tahun.
Setelah masa kehamilan kurang lebih 3 bulan, lahirlah 2 sampai 3 bayi buta kecil dengan berat kurang lebih 1 kg.
Menyusui berlangsung 6-8 minggu, setelah itu anak harimau mulai mengikuti induknya berburu dan memakan daging.
Mereka menangkap mangsa pertamanya pada usia sekitar 18 bulan dan tinggal bersama induknya selama 18-28 bulan.
Harimau memakan hewan berkuku berukuran sedang dan kadang-kadang juga memangsa burung, ikan, hewan pengerat, amfibi, reptil, primata, dan ternak domestik yang ditangkap dengan penyergapan yang bersembunyi di tumbuhan tinggi, berkat mantel kamuflasenya.
Harimau bisa memakan hingga 18 kg daging sekaligus dan membutuhkan sekitar 50 mangsa berukuran sedang per tahun.
Perburuan terjadi terutama pada malam hari.
Apakah kamu tahu bahwa pola dan sebaran garis bulu khas setiap harimau, tidak ada dua individu yang menunjukkan pola yang sama.