reginternasional

Media Asing Sebut Prabowo Subianto Bisa Menang Satu Putaran. Flanakin Menilai Bisa Berdampak Positif Pada Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Sabtu, 27 Januari 2024 | 04:32 WIB
Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto melanjutkan safarinya di Kalimantan. Setelah menyapa warga Pontianak, Kalimantan Barat, ia bergeser menyapa ribuan warga di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu 20 Januari 2024. (Kalimantansatu.com/IST)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Peluang capres Prabowo Subianto menang satu putaran pada pemilu mendatang disoroti oleh Duggan Flanakin, Analis Kebijakan dan kolumnis Committee for a Constructive Tomorrow (CFACT) melalui opini yang dimuat di media Newsmax pada Rabu 24 Januari 2024.

Melalui tulisannya bertajuk 'Indonesia Presidential Election Matters - Here's Why', Flanakin mengatakan bahwa Prabowo merupakan sosok "pemimpin yang menonjol pada saat ini dan mewakili peluang terbaik bagi Indonesia untuk mencapai potensinya, baik secara domestik maupun global".

Capres nomor urut dua itu juga dinilai memiliki peluang besar untuk menang dengan melihat rekam elektabilitasnya yang terus unggul hingga mencapai 56 persen.

Angka tersebut merupakan hasil survey terakhir yang dirilis Januari lalu.

Prabowo juga disebut mendapat dukungan Budiman Sudjatmiko, seorang aktivis pro-demokrasi, politisi dan mantan anggota partai PDIP yang mengusung capres Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Media Asing Kembali Ulas Pemilu RI, Prabowo Gibran Disebut Berpotensi Menang

Sejalan dengan Budiman, alih-alih mendukung Ganjar, Jokowi yang merupakan anggota PDIP pun memberikan dukungannya untuk Prabowo. 

Flanakin menilai, kemenangan Prabowo dalam satu putaran akan berdampak positif pada persatuan dan kesatuan bagi Indonesia, yang menjadi negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia.

"Jika ia memenangkan lebih dari 50% suara pada putaran pertama pemilu, dan tidak memerlukan kampanye tambahan, pada akhirnya akan mewujudkan pesan positif tentang persatuan bagi sebuah negara yang tidak hanya butuh perhatian internasional namun juga memerlukan perhatian yang lebih besar," tulis Flanakin.

Pemilu yang digelar dalam satu hari nanti juga akan menjadi perwujudan demokrasi terbesar di dunia.

Tidak hanya memilih capres-cawapres, sekitar 20.000 perwakilan rakyat juga akan dipilih melalui bilik suara. 

Baca Juga: Tinjau Progres Modernisasi 41 Kapal, Prabowo Subianto Ingatkan Situasi Geopolitik yang Tidak Menentu

Kini Indonesia juga menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-15 di dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB), dan diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun.

Berdasarkan hal itu, kata Flanakin, perekonomian Indonesia dianggap penting bagi Amerika Serikat dan Cina karena keduanya bersaing untuk mendapatkan pengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Halaman:

Tags

Terkini