reginternasional

Podcast Prabowo Subianto dengan Deddy Corbuzier, Prabowo : Menang Tanpa Menyakiti, Itu Harus Kita Pegang

Rabu, 14 Februari 2024 | 21:28 WIB
Prabowo Subianto saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung, Kamis 8 Februari 2024 yang dihadiri puluhan ribu warga. (Kalimantansatu.com/Dok. TKN Prabowo Gibran)

KALIMANTANSATU.COM - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan, pada prinsipnya kemenangan yang diraih tidak boleh menyakiti orang lain.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menjadi bintang tamu dalam podcast Deddy Corbuzier yang tayang di channel YouTube CloseTheDoor @Deddy Corbuzier Selasa 13 Februari 2024.

Prabowo kemudian sempat mengutip salah satu filosofi jawa yaitu 'Menang tanpo ngasorake'. Artinya, 'Menang tanpa merendahkan'.

Hal tersebut dia sampaikan lantaran menurutnya masih banyak orang yang tidak peduli terhadap orang lain, demi meraih kemenangan/keberhasilan.

Baca Juga: Cerita Prabowo Subianto Takjub Dipanggil Pak Gemoy oleh Anak-anak Kecil Saat Keliling Daerah

"Kadang-kadang, filosofi barat agak beda. Karena yang saya lihat, filosofi barat itu yang penting adalah keberhasilan. It doesn't matter how you win, as long as you win," kata Prabowo.

"Dalam rangka mendapat kemenangan untuk kita, pihak kita, diri kita, keluarga kita, (terkadang) kita menyakiti banyak orang. Ada filosofi jawa, 'Menang tanpo ngasorake'. 'Menang tanpa merendahkan (menyakiti)'. Itulah yang harus kita pegang," tegasnya.

Prabowo menambahkan, dengan prinsip itu maka kita akan hidup tanpa rasa dendam terhadap sesama.

Baca Juga: Prabowo Subianto Berenang Setelah Nyoblos di TPS 033 Bojong Koneng Hambalang Bogor. Prabowo : Saya Pasrah Apapun Keputusannya

Hidup ini, katanya, harus memiliki prinsip sebagaimana yang dianut oleh para pendekar dan ksatria.

Mereka hidup dengan memegang teguh nilai-nilai kejujuran, keadilan, hingga komitmen untuk membantu pihak-pihak yang lemah serta tertindas.

"Kalau dalam filosofi pendekar, guru-guru saya mengajarkan (kepada saya) tidak boleh punya dendam. Seorang pendekar itu berani. Berani membela kebenaran, keadilan, kejujuran," ungkapnya.

"Membela yang lemah, miskin, dan yang tertindas. Itu ksatria. Membela harus berani, tapi tidak boleh benci dan tidak boleh dendam," pungkas Prabowo.

(*)

Tags

Terkini