reginternasional

Mengenal 7 Masjid yang Menjadi Landmark Kota Madinah. Penanda Lokasi Perang Khandaq (Pertempuran Parit) di Tepi Barat Gunung Sila'

Minggu, 9 Juni 2024 | 10:04 WIB
Tujuh Masjid adalah kompleks masjid (masjid) kecil bersejarah yang menandai lokasi Perang Khandaq (Pertempuran Parit). (Kalimantansatu.com/Kemenag RI)

Jabir (RA) meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad (SAW) berdoa selama tiga hari dalam Pertempuran Ahzab.

Salah satu doanya adalah: “Ya Allah, Pengungkap Kitab, cepat dalam memperhitungkan, buatlah sekutu-sekutu itu melarikan diri, ya Tuhan kalahkan mereka dan goyahkan mereka.”

2. Masjid Salman Farisi

Masjid Salman Farsi terletak 20 meter di selatan Masjid al Fat'h.

Masjid ini dinamai Salman Farisi (RA), saat ia memimpin pembangunan parit selama Pertempuran Khondaq.

Masjid Salman Farisi dibangun pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz dan direnovasi satu kali pada 1154 Hijriah pada masa pemerintahan Saifuddin Abu al-Hija dan pemerintahan kedua Sultan Ottoman Abd al-Majid I.

Yang mencolok Keistimewaan Masjid Salman Farsi adalah ukurannya yang kecil, karena memiliki aula sepanjang 7 meter dan lebarnya hanya 2 meter .

3. Masjid Abu Bakar

Terletak 15 meter barat daya Masjid Salman Farisi, Masjid Abu Bakr dibangun di lokasi tempat khalifah pertama, Abu Bakr (RA), memimpin salat Idul Fitri bersama Nabi Muhammad (SAW).

Masjid Abu Bakar dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Omar Bin Abdul Aziz (705-709/89-91 H) dan kemudian direnovasi Sultan Mahmoud II pada masa pemerintahannya pada 1838 M/1254 H.

Masjid Abu Bakar menampilkan arsitektur berbentuk persegi dan panjang kurang lebih sembilan meter.

Masjid ini dibangun menggunakan batu basal hitam.

Bagian dalam Masjid Abu Bakar dicat putih.

Ciri khas lain dari Masjid Abu Bakar adalah menara setinggi 15 meter, halaman persegi panjang lebar 6 meter dan panjang 13 meter, serta kubah berornamen setinggi 12 meter.

Menara Masjid Abu Bakar sangat mirip dengan Menara Bab as-Salam Masjid Nabawi.

Halaman:

Tags

Terkini