reginternasional

Inilah Kisah Pedesaan yang Tahan dari Terjangan Tsunami di Jepang, Ternyata karena Tanggul Laut Raksasa Ini. Sempat Dikira Proyek Gagal loh

Kamis, 5 September 2024 | 14:17 WIB
Ilustrasi tanggul raksasa (Kalimantansatu.com/Unsplash.com @JohnGibbons)

KALIMANTANSATU.COM - Sahabat generasi emas Kalimantan Satu, tahukah kamu bahwa tanggul laut raksasa (giant sea wall) merupakan infrastruktur yang mampu menahan terjangan tsunami di wilayah pesisir laut.

Salah satunya, tanggul laut raksasa bernama Tohoku di wilayah timur Jepang.

Keberadaan tanggul laut raksasa ini tepat di wilayah yang dilanda bencana tsunami di wilayah Timur Jepang yang terjadi pada tahun 2011.

Menurut siaran pers Badan Kepolisian Nasional pada tahun 2021, tsunami tersebut menyebabkan kematian atau hilangnya 18.425 orang.

Bencana tsunami tersebut juga menimbulkan banyak kerusakan, sehingga otoritas setempat di Jepang memutuskan untuk memperbaiki fasilitas perlindungan pantai, termasuk hutan lindung yang berada di tepi laut.

Baca Juga: Mengenang Mendiang Faisal Basri yang Meninggal Dunia pada Kamis 5 September 2024. Ekonom Senior Indonesia yang Pernah Berkarier di Pemerintahan & UI

Tujuan pengembangan fasilitas perlindungan pantai ini untuk melindungi kehidupan masyarakat setempat, serta menstabilkan ekonomi regional di Jepang.

Tanggul laut dengan panjang hingga 400 km telah dibangun di sekitar 600 lokasi pada tiga wilayah tersebut menghabiskan biaya total sekitar 1,3 triliun Yen atau setara dengan 138,8 triliun rupiah.

Ketinggian tanggul laut raksasa ini adalah 15,5 meter.

Sebagian masyarakat percaya bahwa tanggul dengan ketinggian yang memadai sangat penting untuk memungkinkan penduduk di daerah pesisir hidup dengan aman.

Baca Juga: Buat Kamu yang Suka Ngafe, Waspada Bahaya Penyakit Tidak Menular ! Pj Gubernur Kalbar Harisson Sebut Bisa Berakibat Meningkatnya Angka Pasien Diabetes

Desa Kecil di Jepang yang Terjaga dari Tsunami

Perlu diketahui, bahwa proyek tanggul laut raksasa bernama Tohoku itu dikritik sebagai upaya pemborosan pada tahun 1970-an.

Hasil dari program pencegahan tsunami di Jepang ini dinilai sebagian masyarakat menggunakan struktur buatan yang tidak realistis.

Selain itu, pembangunannya dari perspektif biaya yang diperlukan dinilai terlalu besar, sehingga menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat Jepang.

Halaman:

Tags

Terkini