Selain Bali Barat dan Bali Utara, Sandiaga melihat potensi besar dari wisatawan China yang tertarik mengunjungi Bromo dan Ijen.
Baca Juga: Peralihan Manajemen PERSEWANGI, Jalan Baru Menuju Kemajuan Sepakbola Banyuwangi
Menurutnya, pintu masuk wisatawan China biasanya melalui Surabaya, namun dengan opsi charter flight ke Banyuwangi, akses ke Kawah Ijen dan Bromo dapat menjadi lebih mudah.
"Tahun depan, jalur tol Probowangi akan semakin menghubungkan destinasi ini," ujarnya.
Sandiaga juga mengungkapkan, potensi wisata di Bali Utara yang memiliki pemandangan alam laut dan pegunungan yang indah.
Di Jembrana, wisatawan dapat menikmati surfing di Medewi hingga Taman Nasional Bali Barat.
"Sementara di Banyuwangi, ribuan destinasi wisata menunggu untuk dijelajahi, termasuk Kawah Ijen yang menjadi ikon utama," jelasnya.
Paket wisata 3B ini disusun untuk mengakomodasi berbagai segmen wisatawan, dari kelas atas hingga menengah dan bawah.
Untuk kelas atas, disediakan yacht dari Marina Boom, untuk kelas menengah ada kereta cepat, sementara bagi kelas bawah, tersedia akses feri.
Sebagai bagian dari peluncuran ini, Sandiaga berencana mencoba kapal cepat dari Marina Boom menuju Buleleng esok hari.
"Kami ingin memastikan bahwa paket wisata ini benar-benar memberikan pengalaman yang inklusif dan menarik bagi semua wisatawan," ungkap Menparekraf mengakhiri wawancara.
Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono sebagai direktur yang diberikan tugas khusus oleh Pak Menparekraf mengatakan bahwa paket ini diharapkan bisa menambah pergerakan wisatawan Nusantara dari Jawa Ke Bali dan sebaliknya, sehingga pilihan paket wisatanya juga akan lebih lengkap dan lebih menarik.
Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)
(*)