reginternasional

Tragis ! 5 Fakta Kasus Penembakan Bos Asuransi Kesehatan United Health Group di Amerika Serikat. Salah Satunya Ada Petunjuk pada Selongsong Peluru

Rabu, 11 Desember 2024 | 02:15 WIB
Potret Tersangka Kasus Penembakan terhadap Bos Asuransi Kesehatan di AS, Luigi Mangione. (Kalimantansatu.com/Dok. Pennsylvania Department of Corrections)

Bos Asuransi Tewas Akibat Luka Tembak

CEO United Health Group, Brian Thompson ditembak dan tewas di Midtown Manhattan, AS pada Rabu, 4 Desember 2024.

Dilansir dari Al-Jazeera, kronologi bermula saat Thompson berjalan menuju hotel yang menggelar konferensi investor tahunan perusahaan asuransi tersebut.

Baca Juga: [AMEC 2024] Netizen Indonesia Berang ke Hein Phyo Win ! Pemain Timnas Myanmar yang Tendang Bola ke Kepala Marselino Ferdinan di Piala AFF 2024

Pria bersenjata itu mendekati Thompson dari belakang dan menembaknya di bagian punggung dan betis kanan.

Usai penembakan, pelaku kabur dan meninggalkan sejumlah petunjuk saat melarikan diri.

Akibat penembakan itu, Thompson dibawa oleh petugas tanggap darurat ke Mount Sinai West dalam kondisi kritis, dan meninggal dunia pada Rabu, 4 Desember 2024, pukul 7.12 waktu setempat.

Pejabat polisi yang berbicara dengan syarat anonim mengungkap, peristiwa itu berlangsung sebelum pukul 07.00 waktu setempat.

"Sesaat sebelum pukul 7 pagi, seorang pria bersenjata yang mengenakan topeng sedang mengintai sebelum melepaskan tembakan ke Brian Thompson di Hilton Midtown," ujar seorang pejabat polisi AS pada Rabu, 4 Desember 2024.

Sebuah Pembunuhan Berencana

Pejabat polisi di AS meyakini pelaku menargetkan Thompson meski banyak orang yang berjalan melewatinya.

"Banyak orang melewati tersangka, tetapi ia tampak menunggu target yang ditujunya," tegasnya.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian di AS memastikan kasus penembakan itu merupakan pembunuhan berencana.

"Setiap petunjuk menunjukkan bahwa ini adalah serangan yang direncanakan sebelumnya dan terarah," tandasnya.

Belum diketahui secara pasti motif dari penembakan itu, dan pelaku kini menjalani sidang pertama di New York tanpa mengajukan pembelaan.

Halaman:

Tags

Terkini