reginternasional

Tolak Penawaran Donald Trump yang Ngotot Pindahkan Warga Gaza ke Berbagai Negara, Masyarakat: Mereka yang Pergi Tidak Pernah Kembali

Jumat, 31 Januari 2025 | 09:19 WIB
Potret warga Palestina saat diculik penduduk Israel sebelum gencatan senjata. (instagram.com/motaz_azaiza)

KALIMANTANSATU.COM - Warga Palestina dengan tegas menolak rencana pemindahan populasi yang diusulkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Mereka menegaskan tidak akan meninggalkan tanah kelahiran mereka, meskipun terus menghadapi tekanan dari Israel, sekutu utama AS.

Trump sebelumnya mengajukan gagasan untuk merelokasi warga Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania, dengan dalih meningkatkan stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Pernyataan tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak yang menilai gagasan ini sebagai bentuk pengusiran massal.

Kritik semakin menguat mengingat kebijakan pemukiman Israel yang semakin agresif di wilayah Gaza.

Baca Juga: Akhirnya, Kemlu RI Beri Jawaban Rencana Donald Trump Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia: Indonesia Tetap Tegas

Keteguhan Warga Gaza untuk Bertahan

Saqr Maqdad, seorang warga Gaza Utara, menegaskan bahwa ia tidak akan pergi, meskipun kehancuran melanda wilayahnya.

Menurutnya, setiap jengkal tanah Gaza memiliki sejarah dan kenangan yang tak tergantikan.

“Gagasan relokasi yang disebutkan Trump hanyalah angan-angan. Setelah semua yang kami alami, apakah dia pikir kami akan meninggalkan rumah kami begitu saja? Ini tanah kami, dan kami akan tetap di sini,” katanya kepada Al Jazeera, Selasa 28 Januari 2025.

Pendapat serupa diungkapkan Abu Suleiman Zawaraa, seorang petani di Khan Younis, Gaza Selatan.

Meskipun ladangnya hancur akibat serangan Israel, ia tetap kembali menanam zaitun dan jeruk. Baginya, meninggalkan Gaza bukanlah pilihan.

Baca Juga: Ketika Donald Trump Bertemu Gubernur California Saat Melawat ke Lokasi Kebakaran LA: Kita akan Memperbaikinya

“Kami telah bertahan dari serangan, kehancuran, dan kehilangan. Namun, itu tidak akan membuat kami menyerah. Hidup di antara puing-puing adalah tantangan yang kami hadapi dengan tekad,” ungkapnya.

Sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza pada 7 Oktober 2023, lebih dari 46.700 warga Palestina tewas, termasuk 18.000 anak-anak.

Halaman:

Tags

Terkini