reginternasional

Tolak Penawaran Donald Trump yang Ngotot Pindahkan Warga Gaza ke Berbagai Negara, Masyarakat: Mereka yang Pergi Tidak Pernah Kembali

Jumat, 31 Januari 2025 | 09:19 WIB
Potret warga Palestina saat diculik penduduk Israel sebelum gencatan senjata. (instagram.com/motaz_azaiza)

Hampir 1,9 juta orang mengungsi, sementara infrastruktur kota mengalami kerusakan parah.

Data menunjukkan bahwa 92% jalan utama dan 84% fasilitas kesehatan hancur akibat serangan tersebut.

Mengingat Nakba dan Menolak Sejarah Terulang

Abu Suleiman menegaskan bahwa pengalaman pahit Nakba tahun 1948 masih membekas dalam ingatan warga Palestina.

Pada saat itu, sekitar 750.000 warga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka setelah berdirinya Israel.

Baca Juga: Film Insidious 6 Tunda Tanggal Tayang, Penonton Setia Cerita Horor Keluarga Lambert Harus Bersabar Sampai Kapan ?

“Kami memahami betul apa yang terjadi saat itu. Mereka yang pergi tidak pernah kembali. Kami tidak akan membiarkan sejarah terulang kembali,” tegas Abu Sulaeman di waktu yang bersamaan.

Banyak warga Gaza yang tetap memilih bertahan, meskipun ada peluang untuk meninggalkan wilayah tersebut.

Mereka menganggap mempertahankan tanah air sebagai bagian dari identitas dan perlawanan mereka.

Israa Mansour, seorang ibu empat anak yang kini tinggal di tenda darurat setelah rumahnya hancur, juga menolak gagasan relokasi.

“Kami memilih bertahan bukan karena tidak punya pilihan, tetapi karena ini adalah rumah kami,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa untuk dapat bertahan, warga Palestina membutuhkan dukungan berupa akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan bantuan kemanusiaan.

“Tidak mungkin kami diminta bertahan tanpa dukungan dasar. Rakyat Gaza butuh bantuan agar bisa melanjutkan perjuangan mereka,” pungkasnya.

Baca Juga: Apa Respons Sri Mulyani Soal Permintaan Badan Gizi Nasional Tambah Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp100 Triliun ?

Trump Kembali Tegaskan Usulan Relokasi

Halaman:

Tags

Terkini