reginternasional

Penyebab Kebakaran Hutan di Bagian Barat Melbourne karena Gelombang Panas dan Suhu Ekstrem ! Perintah Evakuasi Langsung Dikeluarkan Pemerintah

Jumat, 31 Januari 2025 | 09:57 WIB
Ilustrasi heatwave atau gelombang panas membuat beberapa wilayah di Australia kebakaran. (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik)

Pihak berwenang di Australia bagian tenggara telah memberikan perintah untuk melakukan evakuasi terkait kebakaran hutan di Melbourne bagian barat.

Sejak Selasa, 28 Januari 2025 lalu, bagian layanan darurat di Victoria sudah memerintahkan sekitar 100 residen di 4 kota kecil yang dekat dengan Grampians National Park untuk segera keluar dari area tersebut.

“Segera pergi adalah opsi paling aman yang bisa dilakukan sebelum kondisi makin memburuk,” tulis pihak layanan darurat terkait situasi di area dekat lokasi kebakaran.

“Layanan darurat mungkin tidak bisa membantu jika Anda memilih untuk tetap tinggal,” imbuhnya.

Baca Juga: Apa itu Ubur-ubur Ikan Lele yang Lagi Viral di Medsos ? Ternyata Bermula dari Video Orang Kena Tilang Polisi hingga Jadi Lirik Lagu Rap Indo

Perubahan iklim dan suhu panas di awal tahun 2025 yang terprediksi

New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) tahun lalu memperkirakan kebakaran normal di 2024 karena kondisinya saat itu yang lebih basah.

Hal tersebut karena adanya kemungkinan peningkatan curah hujan di atas rata-rata selama musim semi.

Sedangkan untuk tahun 2025, aktivitas kebakaran bisa saja meningkat bahkan di awal tahun karena terjadi peningkatan suhu di seluruh negeri.

Tahun 2024 merupakan tahun terpanas kedua di Australia secara keseluruhan setelah tahun 2019, dengan suhu rata-rata 1,46 derajat Celcius di atas rata-rata tahun 1961-1990.

Biro Meteorologi Australia juga mencatat bahwa selama sepuluh tahun terpanas di Australia semuanya terjadi dalam dua dekade terakhir.

Baca Juga: KOK BEGITU ? Ini Sindiran Media Vietnam ke Timnas U-20 Indonesia Seusai Kalah Beruntun di Mandiri Challenge Series 2025, Bikin Indra Sjafri Putar Otak

Dari data itu, hanya dua tahun dari 40 tahun terakhir yang suhunya lebih dingin dari rata-rata.

“Tidak diragukan lagi, perubahan iklim telah menjadi faktor utama karena tidak ada mekanisme iklim yang mempersiapkan keadaan untuk menghadapi tahun panas,” kata Sarah Perkins-Kirkpatrick, wakil direktur Pusat Keunggulan Cuaca Abad 21 di Universitas Nasional Australia.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini