KALIMANTANSATU.COM, (12 Maret 2025) - Indonesia Financial Group (IFG) berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Public Relations Indonesia Award (PRIA) 2025.
Acara ini juga bertepatan dengan perayaan satu dekade PR INDONESIA, mengusung tema “Inspirasi PR untuk Indonesia Masa Depan”.
Pada perhelatan ke-10 tahun ini, PRIA 2025 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia,
menghadirkan inovasi dengan tambahan dua kategori baru.
Untuk pertama kalinya, award kali ini juga mengadopsi standar kompetisi internasional.
Baca Juga: Hadiri Agenda Rutin Jaringan Pemred Promedia, KAI Paparkan Kesiapan Operasi Mudik Lebaran 2025
Dalam acara penganugerahan tersebut, IFG berhasil menyabet beberapa penghargaan untuk
kategori BUMN diantaranya:
- Gold Winner untuk Kategori Manajemen Krisis Sub Kategori Pra Krisis
- Bronze Winner untuk Program PR - Sub Kategori Corporate PR
Pada kesempatan tersebut, Corporate Communication IFG I Gede Suhendra mengungkapkan apresiasinya.
Ia berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada pihaknya.
Menurut I Gede Suhendra, penghargaan ini menjadi milestone penting bagi IFG khususnya dalam penanganan hal-hal yang berpotensi menjadi krisis.
Upaya ini tidak hanya dilakukan di lingkup IFG sebagai holding, tapi juga melakukan kolaborasi dalam pengelolaan potensi krisis di anggota holding.
“Hal terpenting dalam pengelolaan komunikasi pra krisis adalah melakukan analisa monitoring dan
mapping isu yang komprehensif, pemetaan risiko dan dampaknya, merancang strategi dan taktik
komunikasi krisis hingga menentukan tiering yang akan menjadi juru bicara publik” jelas Suhendra.
Lanjut Suhendra, untuk program PR, IFG mengusung program komunikasi pada penyelenggaraan IFG
Labuan Bajo Marathon (IFGLBM) 2024 lalu.
Pada program ini, IFG menyajikan mengenai program, strategi, taktik hingga program Komunikasi yang berdampak pada meningkatnya perserta IFGLBM 2024.
“Implementasi Program PR pada IFGLBM 2024 lalu merupakan kombinasi program PR campaign
di media konvensional dan digital, hal ini berdampak pada pencapaian jumlah peserta diikuti oleh
kurang lebih 2,500 pelari dan terdapat 31 pelari internasional yang berpartisipasi,” ungkap Suhendra.